Panen Melimpah karena Pupuk Organik, Petani Binaan Brimob Sulsel diundang di COP28 Dubai

* Kelompok tani di Desa Kanreapia, Gowa

Panen Melimpah karena Pupuk Organik, Petani Binaan Brimob Sulsel diundang di COP28 Dubai
Personel Brimob Polda Sulsel, Ipda Purwanto (keempat kiri) memanen hasil pertanian menggunakan pupuk hayati cair (organik) di ladang petani sayur di Desa Kanreapia, Tombolo Pao, Gowa. (IST)

KABAR.NEWS, Makassar - Petani binaan Brimob Polda Sulsel di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, diundang menjadi pembicara pada konferensi iklim COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab.


Keberhasilan Petani Kanreapia menembus COP28 membahas ketahanan pangan, tidak lepas dari peran sentral personel Brimob Polda Sulsel yakni Inspektur Dua (Ipda) Purwanto. 


Pupuk hayati cair racikan Purwanto, menjadi pemicu utama melimpahnya hasil pertanian di Desa Kanreapia. Purwanto telah menyuplai pupuk non kimia bermerek Bio Teratai sejak 4 tahun terakhir secara gratis.


Ketua Kelompok Tani Binaan Brimob Polda Sulsel, Jamaluddin yang saat ini berada di Dubai, mengamini apa yang telah dilakukan personel brimob terhadap petani di Kanreapia.


"Di sini [Dubai, red] kita akan berbicara tentang apa yang telah kita lakukan di Desa Kanreapia. Yang selama ini telah dilakukan pembinaan oleh Brimob Polda Sulawesi Selatan dan didukung penuh oleh Pak Dansat," ujar Jamaluddin dalam sebuah video yang diterima KABAR.NEWS, Minggu (10/12/2023).

Ketua Kelompok Tani Desa Kanreapia, Jamaluddin, di Paviliun Indonesia pada COP28 Dubai. (IST)


Jamaluddin menjelaskan, pihaknya diundang Kementerian LHK menghadiri forum COP28  di Dubai, karena dianggap mampu bertahan di tengah perubahan iklim.


Konsep pertanian berkelanjutan dengan pupuk organik memberi efek signifikan terhadap kesuburan tanah. Hasilnya, pertanian berupa sayur tetap melimpah meski El Nino menghantam.


"Kami bersama Bapak Ipda Purwanto selalu turun ke petani melakukan literasi mengenai aksi pencegahan dan litigasi perubahan iklim.
Salah satunya dengan mengajak para petani melakukan pertanian organik," tutur Jamaluddin.


"Terima kasih kepada Bapak Kapolri, Kapolda dan Dansat Brimob Polda Sulsel sehingga petani Kanreapia bisa seperti ini. Kami berharap Brimob Polda Sulsel tidak berhenti membina kami para petani untuk selakukan pertanian berkelanjutan," pungkas Jamaluddin.


Sekilas Tentang Pupuk Hayati Bio Teratai


Pupuk hayati cair Bio Teratai racikan Ipda Purwanto menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan. Salah satunya dari limbah organik yang diurai Lalat Tentara Hitam.


Purwanto menegaskan pupuk hayati cair Bio Teratai sangat bermanfaat bagi pertanian maupun pakan ternak hingga menjadi nutrisi tanaman. 


Pupuk organik ini masih diproduksi secara mandiri di Mako Brimob Polda Sulsel, Pabaeng - Baeng, Makassar.


Temuan pupuk Bio Teratai yang ramah lingkungan itu telah dikembangkan secara akademik melalui laboratorium Universitas Hasanuddin dan Universitas Gadjah Mada. 


Tak jarang Purwanto diundang sebagai pembicara pertanian pada forum-forum ilmiah tingkat daerah hingga level nasional atau sekelas kementerian.


Purwanto menegaskan apa yang dilakukannya semata-semata sebagai bentuk pengabdian Korps Brimob terhadap petani.