Skip to main content

PAN Tetap Tak Akomodir Caleg Eks Napi Kasus Korupsi

a
Sekjen Eddy Soeparno. (instagram)

KABAR.NEWS, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) akan menarik sejumlah bakal calon anggota legislatif (Caleg) yang berstatus eks napi korupsi, meski Mahkamah Agung (MA) telah membatakan ketentuan pasal yang melarang mantan napi korupsi, bandar narkoba dan kejahatan seksual anak untuk ikut pada Pemilu 2019.

Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno. Menurutnya DPP PAN tak peduli dengan adanya kepastian hukum terkait eks napi korupsi yang boleh ikut nyaleg di Pemilu nanti.

"Dengan adanya kepastian hukum ini kami tahu posisi. Khusus terkait PAN bagaimana pun juga meski sudah ada kepastian hukum, PAN tetap konsisten untuk tidak mencalonkan (mantan) napi tipikor," ujar Eddy Soeparno, dikutip dari kumparan.

Diketahui PAN memiliki 3 caleg yang pernah tersandung kasus korupsi mereka antara lain, Caleg DPRD Kota Cilegon,  H Bahri Syamsu Arief, Caleg DPRD Provinsi Jambi, H Abdul Fatah , Caleg DPRD Kabupaten Belitung Timur Masir, Caleg  DPRD Kabupaten Lingga, Avrizal

Baca juga:

Maka dari itu, kata Eddy, DPP PAN akan segera berkomunikasi dengan caleg-caleg yang berlatar belakang mantan napi korupsi untuk mengevaluasi pencalegan mereka. 

"Kami sudah berkomunikasi dengan satu caleg provinsi dan tiga caleg kabupaten/kota untuk dilakukan evaluasi terhadap pencalegan mereka," tandas Eddy.

"Kami mensyukuri keputusan MA keluar karena memberikan kepastian hukum atas polemik yang terjadi polemik antara KPU dan parpol dan Bawaslu," ungkap Eddy. 
 

 

loading...