PAN Sinjai Bergejolak, 2 Legislator Terancam Diganti karena Tak Menyetor

*Kamriyanto yang dipecat sepihak bakal melawan keputusan tersebut

PAN Sinjai Bergejolak, 2 Legislator Terancam Diganti karena Tak Menyetor
Anggota Fraksi PAN DPRD Sinjai, Kamriyanto. (IST)






KABAR.NEWS, Sinjai - DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Sinjai, Sulawesi Selatan, sedang mengalami gejolak internal. Hal itu setelah rapat pleno pengurus pada Selasa (4/1/2022) memutuskan untuk mendepak Kamriyanto dan Andi Nurbaeti dari Anggota DPRD Sinjai.


Kamriyanto yang juga Sekretaris PAN Sinjai membantah tudingan melanggar aturan partai besutan Zulkifli Hasan ini, hingga diusulkan untuk diganti sebagai anggota DPRD Sinjai.


Dia menyebut, hasil rapat pleno DPD PAN Sinjai yang dipimpin Mappahakkang dinilai tidak sah dan cacat secara prosedur. Legislator dari dapil 3 Sinjai ini menegaskan akan melawan keputusan tersebut.


"Saya ini Sekretaris DPD, saya tidak pernah mengeluarkan nomor surat, saya tidak pernah mendelegasikan kepada wakil sekretaris, termasuk surat undangan pleno itu. Kemudian saya juga tidak mendapatkan undangan, makanya saya tidak hadir di rapat pleno tadi," kata Kamriyanto saat ditemui KABAR.NEWS di Sinjai, Selasa (4/1/2022).


Sebelumnya, rapat pleno PAN Sinjai memutuskan Kamriyanto dicoret dari jabatan sekretaris. Dia juga diusulkan ke DPW PAN Sulsel untuk diganti di kursi parlemen. Alasannya, Kamriyanto tidak pernah membayar kompensasi kepada calon anggota legislatif (caleg) tidak terpilih yang meraih suara 10 persen.


Selain itu, Ketua PAN Sinjai Mappahakkang menyebut, Kamriyanto melanggar aturan partai yang mewajibkan anggota dewan menyetor tabungan kepada Badan Saksi Nasional (BSN) DPP PAN. Segala tuduhan itu dibantah Kamriyanto.


"Kalau di Dapil saya ada 3 yang berhak mendapatkan kompensasi dan itu telah saya bayarkan, namun belum sepenuhnya. Sayapun sudah berkomitmen untuk menyelesaikan semuanya, terkait BSN saya tidak pernah menunggak, bisa dilihat di list yang dikirim dari DPP nama saya tidak ada di list itu," beber Kamriyanto.


Dia menyebut, pembayaran iuran kepada BSN PAN dilakukan secara auto debet oleh Bank BPD Sulselbar. Hal itu dibuktikan dari ampra gaji.


"Jadi setiap tanggal 5 perbulan, gaji saya langsung terpotong untuk iuran itu," katanya.


Kamriyanto menegaskan akan melaporkan Mappahakkang ke DPW PAN Sulsel atas upaya "kudeta" tersebut. Sementara, Andi Nurbaeti yang diusulkan untuk diganti sebagai anggota DPRD Sinjai belum bisa memberikan keterangan.


Penulis: Syarif/B