Pakai Kunci Duplikat, Pasutri di Parepare Curi Motor Tetangga

Modus Meminjam

Pakai Kunci Duplikat, Pasutri di Parepare Curi Motor Tetangga
Polisi saat menggelar rilis perkara pencurian sepeda motor di Polsek Ujung, Parepare, Selasa (25/5/2021). (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Parepare - Kepolisian Sektor (Polsek) Ujung Polres Parepare, Sulsel, berhasil meringkus Pasangan Suami Istri (Pasutri), Inisial AR (Suami) dan JN (Istri) yang telah melakukan aksi pencurian sepeda motor (Curanmor).


Kasubag Humas Polres Parepare, Iptu Muhammad Amin mengatakan, pencurian tersebut terjadi pada 3 Mei sekitar pukul 24.00. Pelaku berhasil membawa kabur kendaraan milik tetangganya menggunakan kunci duplikat.


Sebelumnya, mereka meminjam kendaraan korban beserta STNK, lalu menggandakan kunci di tempat pembuatan kunci di sekitar Pasar Senggol Parepare. Setelah digandakan kuncinya, motor tersebut dikembalikan ke pemilik yang tak lain tetangganya sendiri.


"Karena korban dan pelaku ini kebetulan bertetangga karena ngontrak di rumah sebelah korban di Jalan Jenderal Ahmad Yani, depan SMK 2 Parepare. Setelah dikembalikan motor dalam keadaan utuh, pada malam hari korban atau pemilik kendaraan sudah tertidur lelap, pelaku masuk mengambil kendaraan tersebut dan membawa lari kendaraan tersebut," kata Amin saat rilis perkara di Mapolsek Ujung Parepare, Selasa (25/5/2021).


Kasus pencurian ini dapat diungkap berkat kerja sama dan partisipasi full masyarakat yang pekerja sehari harinya jual beli kendaraan. Pelaku yang hendak menggadai kendaraan ini, dicurigai karena motor tersebut tanpa surat-surat. 


“Karena masyarakatnya tersebut taat dan patuh, dan sudah merasa curiga, langsung dia melaporkan salah satu personel Polsek Ujung. Saat itu juga personel Polsek Ujung langsung merespon laporan tersebut dan akhirnya mendatangi lokasi tempat jual beli kendaraan, dan menemukan pelaku yang ingin menjual full kendaraan tersebut kepada yang memberikan informasi tersebut. Pada saat itulah pelaku diamankan polsek ujung," tuturnya.


Setelah diinterogasi polisi, Pasutri ini telah mengakui perbuatannya dan dikenakan Pasal 363 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.


Penulis: Arsyad/C