Skip to main content

Pak Kadis... Diduga Ada Pungli di SMAN 8 Watansoppeng

SMAN 8 Watansoppeng
Kepala UPT Pendidikan Kabupaten Soppeng Andi Asriani. (KABAR.NEWS/Henriono)

KABAR.NEWS, Soppeng - Pihak Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 8 Watansoppeng, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan meminta sumbangan yang dibebankan kepada orang tua siswa diduga pungli atau pungutan liar menuai polemik.

Polemik ini tentu berdampak pada proses belajar mengajar. Kepala Dinas Provinsi Sulsel diminta turun tangan terkait dugaan Pungli di sekolah tersebut.

Dimna SMAN 8 Watansoppeng bersama Komite Sekolah dengan membebani setiap siswa Rp 200 ribu, untuk pembelian 32 unit komputer untuk dipergunakan dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mendatang. 

Hal ini didasari dengan mengeluarkan surat pemberitahuan kepada orang tua siswa dengan nomor 005/009/SMAN8/SPG/2018.

Kepala UPT Pendidikan Kabupaten Soppeng Andi Asriani mengakui, apa yang terjadi di SMAN 8 Watansoppeng belum ada laporan secara ke UPT sampai saat ini. Nmaun, secara lisan ia sudah menegur pihak SMAN 8 Watansoppeng.

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada pungutan, apalagi tanpa sepengetahuan Dinas Pendidikan Sulsel. 

"Kalau sudah terkait dengan nominal itu pungli, apapun namanya pak Kadis (Irman Yasin Limpo) selalu menghimbau tidak boleh ada pungutan tanpa sepengetahuan kami," jelas Andi Asriani kepada KABAR.NEWS, Kamis (11/1/2017).

Sejauh ini ia telah memerintahkan, agar tidak melanjutkan surat pemberihuan sumbangan yang dibebankan orang tua siswa.

  • Henriono