Skip to main content

Opini : Pasar Offline Tergerus, Online Merajalela

Unismuh
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar Ismail Rasulong / Mustawaf Ansar

KABAR.NEWS, Makassar - Transaksi online mengalami peningkatan yang sangat pesat belakangan ini. Hal tersebut diungkapkan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar Ismail Rasulong. 

 

Dia memberikan contoh dari pasar offline modern Mall GTC di perbatasan Gowa yang telah digerus oleh pasar online. “Kebanyakan dari pengunjung mall-mall sekarang berkunjung ke mall hanya untuk nongkrong bersama teman, bukan berbelanja,” katanya, Rabu (16/10/2019). 

 

"Beberapa penjual di mall-mall Makassar kalau tidak memadukan antara transaksi online dan offline tidak akan bisa bersaing," tambahnya

 

Menurutnya, suburnya pasar online dipengaruhi oleh generasi sekarang yang sudah sangat melek teknologi. Mereka disebut sebagai generasi milenial. 

 

Dia mengatkan, segala sesuatu bisa didapatkan walaupun hanya di dalam kamar hanya dengan bermodalkan handphone, dan saldo tabungan di bank atau dompet digital. 

 

Mulai dari kebutuhan makanan, minuman, pakaian dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Semuanya sudah tersedia pada beberapa aplikasi e-commerse, dan media sosial. 

 

“Peningkatan e-commerce sekarang ini tumbuh sangat pesat, dan itu terjadi tidak hanya di pulau jawa, tapi mulai merambah ke kota-kota lainnya," terangnya. 

 

Namun, lanjutnya ada hal yang perlu diwaspadai dengan transaksi online kedepannya. Melihat pasar bebas yang sudah terjadi. 

 

Misalnya Ali Baba yang membuat bebasnya barang impor di Indonesia. Maka menurutnya perlu ada monitoring dan kewaspadaan pada pemerintah untuk memantau proses transaksi tersebut. 

 

Maka pemerintah perlu menggalakkan para konsumen online untuk selalu memakai produk dalam negeri, dan mendukung UMKM untuk lebih meningkatkan produktifitas agar dapat bersaing dengan negara lainnya dan meningkatkan ekspor. 

 

"Kekurangan dari pasar online adalah tidak bertemunya penjual dengan konsumen, sehingga berpotensi kurangnya kepercayaan. Tapi melihat pertumbuhan yang terjadi, menandakan kepercayaan konsumen mulai meningkat, selain itu juga pasar online memberikan kemudahan dan banyak pilihan. Berbeda dengan pasar offline yang mempertemukan langsung antar keduanya, namun konsumen harus mengunjungi lapak atau tempat dari penjual," tutup Ismail

 

(Mustawaf Ansar/CP/B)

 

 

 

loading...