Opini: Andi Amran Sulaiman; Role Model Revolusi Mental

Oleh Mujiburrahman

Opini: Andi Amran Sulaiman; Role Model Revolusi Mental
Andi Amran Sulaiman saat masih menjabat Menteri Pertanian. (Foto: Internet)






Bulan Juli 2014 adalah masa terakhir pengabdian sebagai wakil rakyat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Saat itu, saya sedang mencermati hasil kontestasi Pemilu Caleg 2014 yang berakhir konflik sampai ke Mahkamah Agung. 


Di tengah meredanya tensi politik pasca pilcaleg dan pilpres, ada satu tagline yang menjadi pusat perhatian saya termasuk masyarakat kota Makassar, yaitu “Sahabat Rakyat”. Di belakang tagline tersebut ada satu nama yang sering disebut oleh orang-orang ataupun media dengan nama Andi Amran Sulaiman, sisi lain yang di ketahui beliau dipanggil pak doktor karena penelitian yang fenomenal sebagai penemu racun tikus. 


Sesingkat itu saya mengenal beliau dan seperti biasanya saat mengenal orang baru, tak ada yang istimewa selain beliau dikenal sebagai koordinator umum Relawan Sahabat Rakyat KTI (Kawasan Timur Indonesia) yang berhasil mendongkrak suara untukJokowi - Jusuf Kalla pada Pilpres 2014. Relawan Sahabat Rakyat KTI merupakan Tim Pemenangan terbesar di kawasan Timur Indonesia, besutan Andi Amran Sulaiman.


27 Oktober 2014 bertempat di istana negara, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman. MP dilantik menjadi Menteri Pertanian. Nama beliau yang baru dikenal mulai mengusik ruang tanya, menelusuri jejak diskusi warung kopi di Kota Makassar nama beliau banyak disebut di sana. 

Rasa ingin tahu dan penasaran ini menyasar sampai bongkar file berita-berita saat masa kampanye yang telah berlalu. Ternyata beliau mampu memecahkan rekor mengumpulkan massa dengan gerak jalan santai terbesar di Makassar, menjemput pak Jokowi dengan cara populis menggunakan mobil kijang super saat masa kampanye, jaringan tim yang kuat sampai ke Indonesia Timur, menguasai teknologi pertanian, investasi tambang di Kalimantan, doktor ilmu pertanian di Unhas, penerima kehormatan satyalancana pembangunan di bidang wirausaha pertanian dari presiden SBY pada tahun 2007 dan penghargaan 
FKPTPI Award di tahun 2011.


Semua informasi itu saya serap sebagai bahan diskusi ringan di warkop, bahkan gebrakan awal dan kebijakan populis beliau di awal memimpin Kementerian Pertanian menjadi bahan materi diskusi publik di Kota Makassar.


Saat menjabat Menteri Pertanian, beliau memang dikenal banyak orang, tapi hanya sedikit yang mengetahui kisah hidupnya yang mengagumkan; visioner, berani dan penuh percaya diri. Menggenggam takdir sebagai  Menteri Pertanian RI tahun 2014-2019 adalah buah dari ikhtiar dan kualifikasi keilmuannya terhadap pengembangan sains dunia pertanian. 


Andi Amran Sulaiman adalah tokoh nasional yang berada pada posisi “Rating A” dibutuhkan oleh negara. Saya pun mulai mengikuti perkembangan berita dan akun sosmed beliau, diam-diam menjadi fans karena jarang sekali didapati seorang akademisi-pengusaha, praktisi sekaligus politisi yang hanya membutuhkan waktu singkat untuk menjadi orang diperhitungkan direpublik ini. Bahkan, dimedia cetak, elektronik dan online terbuka fakta dari hasil pemeriksaan LHKPN beliau adalah menteri terkaya, sebuah prestise yang membuat orang berdecak kagum.


Ternyata, sebelum terjun ke politik, belasan tahun beliau malang melintang di dunia usaha dan mendirikan Holding Company dengan nama Tiran Grup. Masyarakat meyakini bahwa menteri yang berlatar belakang ekonomi mumpuni pasti tidak akan bermain-main dengan uang negara, bisa dipastikan semata-mata hanya untuk pengabdian bukan untuk memperkaya diri sendiri.


Tahun 2018, penulis mengenal AAS lewat seorang sahabat pengusaha muda asal Bone yang akrab dipanggil ketua YM (H. Yasir Machmud). Ketua YM adalah sahabat dan mitra diskusi “Puang Amran”, panggilan arung untuk keturunan raja dan bangsawan bugis. 


Puang Amran adalah keturunan La Tenri Tappu Raja Bone ke-23. Saya mengenal beliau secara nyata dalam cerita panjang pak ketua dan mengajak saya ikut agenda beliau, memang benar pak mentan adalah sosok yang piawai dalam mengembangkan konsep pertanian. 


Masih teringat dengan pesan beliau di hadapan para petani; “kalau mau sukses, jangan lihat matahari di rumah”, sebuah pernyataan yang sangat filosofi dan kita kenal sebagai konsep jati diri lelaki Bugis - Makassar. Dia menegaskan, bahwa tanah air kita adalah tanah yang dirahmati dengan hasil bumi yang melimpah, cara tradisional mesti dipadu dengan teknologi modern dan hasilnya dikelola dengan jujur untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Cerita di balik beberapa kesempatan bukanlah isapan jempol semata, pada tahun 2016, 2017 dan 2018 Kementerian Pertanian mendapatkan penilaian terbaik dari BPK dengan prestasi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), di mana tahun sebelumnya kementerian pertanian hanya mencapai Wajar Dengan Pengecualian (WDP).


Tahun 2018, Pertanian Indonesia mendapat perhatian dunia, PBB menjadikan Indonesia sebagai percontohan dalam menanggulangi kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan desa. Sumber data BPS mengemukakan bahwa kementerian pertanian mampu menurunkan tingkat inflasi dari 11,71 persen tahun 2013 menjadi 1,26 persen di tahun 2017, pertama kali dalam sejarah keberhasilan itu dilandasi dengan kerja cerdas sosok Andi Amran Sulaiman. 


Titik sentrum dalam masa kepemimpinan beliau adalah tahun 2014–2019 anggaran pertanian mengalami penurunan (hemat) sekitar 33,65 persen, justru berbanding terbalik dengan fenomena daya dongkrak peningkatan PDB pertanian menjadi 3,5 persen, sehingga pertanian Indonesia berada pada peringkat 
ke-5 dari 224 negara.


Tahun 2017 dan 2018 beliau juga mendapatkan penghargaan sebagai menteri anti gratifikasi dari KPK-RI. Prestasi dan pujian beliau dapatkan baik nasional sampai tingkat internasional. Bagaikan “mutiara dari timur” beliau pejabat yang membanggakan, pantas menjadi tokoh role model “revolusi mental” yang sejak tahun 2014 diperkenalkan oleh Presiden Jokowi.


Revolusi mental adalah gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia menjadi manusia baru yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala. Beliaulah sejatinya tokoh revolusi mental karena mampu menekan angka kebocoran anggaran pertanian. 


Bekerja sama dengan Polri, Kementerian Pertanian meringkus 784 kasus dan 411 tersangka mafia pertanian. Komitmen hukum dan tanggung jawab beliau dalam memimpin pertanian dirasakan manfaatnya bagi bangsa dan negara. Dalam beberapa kesempatan beliau menegaskan bahwa “prestasi ini kami dapatkan karena kami tidak pandang bulu, kami tegas karena perintah pak presiden untuk membersihkan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme di kementerian”.


Tahun 2019, pada acara malam penghargaan Indonesia Awards live di media TV nasional, beliau didaulat sebagai Menteri Pertanian yang berhasil mengekspor komoditi unggulan hasil bumi terbanyak selama lima tahun terakhir, beliau adalah tokoh inspiratif penegak revolusi mental di masa pemerintahan Jokowi-JK.


Pak Mentan dikenal sebagai sosok penyayang petani dan kaum duafa, jabatannya sebagai mentan lebih banyak digunakan untuk kunjungan lapangan menyusuri sawah, perkebunan dan peternakan di Indonesia untuk menawarkan solusi. Tanpa ragu, sebagian masyarakat berekspektasi bahwa di periode kedua Jokowi beliau akan tetap menjadi Menteri Pertanian. 


Gayung bersambut, beliau kembali membuktikan diri sebagai tokoh simpatik yang berpengaruh dalam kemenangan Jokowi - Ma’ruf pada suksesi Pilpres 2019. Di akhir periode kementerian, beliau mulai fokus untuk me-recovery beberapa unit usaha yang menurutnya kurang mendapatkan perhatian setelah menjadi menteri, bahkan dicatat berita online bahwa lima tahun beliau menjabat, kekayaannya menyusut Rp50 miliar.


Ekspektasi orang banyak tidak selalu berjalan sesuai kenyataan, Selasa 22 Oktober 2019, live di media TV Nasional datang para calon menteri ke Istana Presiden, satu wajah yang dirindukan ternyata tidak hadir di sana. Ketidakhadiran AAS -panggilan simbolik Andi Amran Sulaiman- menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat.


Muncul spekulasi, bahwa AAS diasumsikan tidak maksimal memenangkan Jokowi-Maruf, di sisi lain terdengar kabar; beliau sedang fokus pada unit usahanya di beberapa sektor, sampai menambah pembangunan smelter empat titik di Indonesia. 


Selain itu, Jhonlin Grup bekerja sama dengan Tiran Grup berhasil mendirikan pabrik gula terbesar di asia tenggara dengan investasi Rp5 triliun, yang terintegrasi dengan perkebunan tebu seluas ± 63.000 Ha dengan estimasi produksi 800 ton per hari. 


Konon kabarnya, banyak yang tidak percaya bahwa benih tebu bisa tumbuh subur di atas tanah tandus bombana yang dikenal panas dan dipenuhi tambang emas serta mineral logam. Tapi ternyata skill beliau mengelola tanah bukanlah cerita baru, akhirnya terkuak AAS pulang kampung membangun rencana 
besarnya!


Tepat setahun berlalu, Kamis, 22 Oktober 2020 kehadiran presiden Jokowi pada saat peresmian pabrik gula bombana, justru memperlihatkan keharmonisan yang mampu meretas tanda tanya sebagian orang terhadap hubungan keduanya. Bahkan dalam kesempatan tersebut, Jokowi menegaskan bahwa kehadiran produksi Gula Kristal Putih (GKP) Merk GulaTaBombana akan menjadi sumber devisa besar bagi negara. 


Jokowi menganggap AAS adalah contoh nyata bagi pelaku percepatan gerak investasi di Indonesia. Tidak sedikit bapak presiden menyanjung dan meminta Pak AAS untuk berdiskusi memikirkan revolusi gerak pacu investasi di Indonesia. Tujuan utamanya adalah memangkas rantai birokrasi dan mengurangi biaya yang tidak wajar dalam perizinan. 


Indonesia mengenal AAS sebagai tokoh yang bertangan dingin dalam melakoni tugas negara dan bisnis. Keberhasilan beliau memangkas pemborosan anggaran pertanian dan manajerial kepemimpinannya mendapat penghargaan “penilaian pengelolaan kepegawaian terbaik tingkat kementerian besar” oleh 
Badan Kepegawaian Negara tahun 2019.


Di tahun 2021, penulis dalam beberapa kali pertemuan mendapat kesempatan untuk berdiskusi dan mendengarkan cita-cita besar beliau untuk Indonesia mandiri yang didasari dengan revolusi mental. Menurut hemat AAS, Indonesia harus dikelola dengan fokus pada percepatan investasi dan perilaku birokrasi 
yang jujur dan adil. 


Negara ini akan mengalami kemunduran jika tidak dilakukan revolusi mental terlebih dahulu. Menurutnya, Filosofi Revolusi mental adalah mendudukkan perilaku kemanusiaan di atas penghambaan kepada sang pencipta melalui pekerjaan yang kita lakoni. Sifat ketuhanan harus terpatri dalam perilaku kehidupan sehari-hari, karena sifat pencipta dalam perilaku hidup adalah berani jujur, bertanggung jawab, amanah, penuh kasih sayang dan peduli.


Sikap tersebut harus dimiliki manusia sehingga semua gerak kehidupan ini mampu menembus batas kearifan lokal atau local wisdom sebagai sikap moral.


Di tengah kesibukannya memimpin Tiran Grup, AAS seringmengisi materi diskusi di ruang publik, beliau diundang menjadi keynote speaker dan orasi ilmiah di berbagai kegiatan organisasi dan pemerintahan. Saat berbagi pengalaman, beliau menegaskan bahwa setiap usaha harus dimulai dari niat baik, fokus dan 
sungguh-sungguh bekerja keras untuk mencapai hasil dansegera bersedekah untuk menembus rahasia takdirdan membuka tabir rezeki. 


Di balik itu, ada rumus bisnis yang bisa kita dapatkan. Cerita ini memberikan bukti; hasil awal dari bisnis racun tikus semuanya disedekahkan dan ajaibnya bertumbuh berkali lipat, permintaan datang hampir dari seluruh pelosok negeri. Setelah itu, mulai merambah dunia smelter dan kantor yang dulunya hanya 2x3 meter, dalam waktu kurang-lebih 10 tahun berdiri gedung kokoh (AAS Building) berlantai 11 di jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, membawahi 12 kantor cabang dengan 14 unit usaha. Semua itu karena konsep sedekah, kita akan segera mendapatkan keajaiban rezeki dan bonus hidup.


Di akhir tulisan, penulis ingin merefleksi makna kekuatan moral dan konsep revolusi mental yang beliau implementasikan, baik saat memimpin kementerian maupun Tiran Grup. Internalisasi dari konsep tersebut adalah menjadikan jabatan dan harta sebagai kesempatan untuk berbuat baik kepada orang 
banyak.


Harus berani untuk berbuat benar dalam pekerjaan sekalipun dipandang sebelah mata, karena jika orang-orang ingin menjatuhkan mu, saat itu kamu berada di atas mereka. Tak heran, jika saat ini beliau banyak di jagokan sebagai tokoh representatif Indonesia Timur untuk maju dalam pertarungan Capres dan Cawapres 2024, bahkan para petinggi parpol sering menyebut AAS sebagai calon kuat yang akan diusung oleh partai tertentu. 


Kumpulan berita online dan akun sosmed yang saat ini ramai membawa namanya, adalah wujud dari kecintaan masyarakat dan penggiat politik terhadap ketokohannya. Jejak rekam digital beliau dengan mudah kita dapatkan di Google, banyak cerita baik dan panutan yang bisa kita dapatkan.


Wallahua’lam Bissawab.

Billahi’taufiq Wal Hidayat


Penulis: Mujiburrahman.B, S.Sos.I, M.Si, Anggota DPRD Kota Makassar 2009-2014.