Skip to main content

Oknum PNS Pemkot Makassar Jadi Joki CPNS Kemenkumham RI

Asn
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono ( kiri) bersama Kabid Humas Polda Sulsel Kombes. Pol. Dicky Sondani merilis kasus penangkapan joki CPNS di Polrestabes Makassar, Kamis (8/11/2018). (Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, terlibat dalam sindikat perjokian seleksi Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) dalam formasi Kemenkum HAM RI di Kota Makassar.

Oknum ASN ini bernama Andi Slamet alias Memet (30), warga Jalan Sibula Dalam, Kelurahan layang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar. Dia ditangkap bersama dengan rekannya bernama Muh. Rusnan (33) warga Bumi Permata Sudiang Blok J 3, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, kedua pelaku yang berhasil diamankan merupakan daftar pencarian orang (DPO). Dimana penangkapan ini atas keterangan dari enam orang yang sebelumnya berhasil diamankan dengan berbagai peran diantaranya, joki, broker dan peserta seleksi CPNS.

"Mereka ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda. Rustan ditangkap di wilayah Biringkanaya pada Selasa, 6 November dan Andi Slamet alias Memet ditangkap pada Rabu, 7 November 2018, kemarin, di wilayah Bontoala," kata Dicky Sondani, Kamis (8/11/2018) siang tadi.

Dicky menyebutkan, kedua pelaku ini memiliki peran masing-masing yakni, membuat kartu seleksi CPNS dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu yang digunakan pada saat pelaksanaan tes CPNS. Dimana salah satu pelaku, Andi Memet, merupakan oknum ASN yang bertugas di bagian Koperasi Pemkot Makassar.

"Mereka memalsukan kartus tes dan KTP bagi peserta yang menggunakan jasa mereka. Selain itu, pelaku juga membuat stempel palsu mirip logo Kemenkumham RI," tambahnya.

Dia menegaskan, pihaknya saat ini masih melakukan pengejaran terhadap beberapa anggota sindikat Joki CPNS di Kota Makassar. "Sementara ini kita masih mengejar tujuh orang lagi. Dan kedua pelaku pemalsuan tersebut, akan dijerat dengan pasal 263 ayat 1 KUHP dan diancam hukuman penjara paling lama 6 tahun," pungkasnya.

Perjokian CPNS di Kota Makassar ini mulai terbongkar, saat para pelaku hendak mengikuti seleksi Ujian ComputerAssisted Test (CAT) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk formasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) yang berlangsung di gedung RRI Makassar, Jalan Riburane, Kota Makassar.

Panitia bersama pihak kepolisian berhasil meringkus empat pelaku atau joki dalam tes CPNS. Mereka yaitu, Ahmad Lutfi, Andi Widi, Marten Tumpamapea, dan Adit Putra Sudjana. Tak hanya joki, pihak kepolisian juga meringkus perantara, Dr Wahyudi serta pengguna jasa atau calon CPNS, Musriadi.

  • Lodi Aprianto


loading...