Novel Baswedan Duga Korupsi Bansos Covid-19 Terjadi di Semua Daerah

Nilainya diperkirakan mencapai ratusan triliun

Novel Baswedan Duga Korupsi Bansos Covid-19 Terjadi di Semua Daerah
Ilustrasi paket bansos Covid-19. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Jakarta - Penyidik nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, menduga koruspi bantuan sosial (Bansos) pandemi Covid-19 terjadi di semua daerah dan dengan nilai mencapai ratusan triliun rupiah.

Novel mengatakan kasus bansos Covid-19 yang sedang ditangani KPK tidak hanya terjadi wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Menurutnya, kasus serupa juga terjadi di seluruh daerah di Indonesia dengan pola yang sama sehingga perlu penyelidikan lebih lanjut. 


"Ini kasus yang mesti diteliti lebih jauh. Kasus ini nilainya puluhan triliun. Bahkan saya rasa seratus triliun nilai proyeknya dan ini korupsi terbesar yang saya pernah perhatikan," kata Novel dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (18/5/2021).

Novel melihat ada kesamaan pola-pola korupsi bansos di daerah yang sama dengan DKI Jakarta dan sekitarnya. Ia menilai kasus bansos harus terus ditindaklanjuti. "Ini kasus yang mesti diteliti lebih jauh," ucap dia.


Novel menjelaskan masalah bansos Covid-19 karena penyidik KPK yang menangani perkara ini dinonaktifkan bersama 75 pegawai lainnya. Termasuk Kasatgas penyidik kasus bansos, Andre Dedy Nainggolan.


Novel menyayangkan Kasatgas penyidik kasus bansos dan 74 pegawai KPK lainnya saat ini dinonaktifkan oleh Ketua KPK Firli Bahuri usai dinyatakan tidak lolos tes wawasan kebangsaan.


Ia berhasil menyeret mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara ke muka persidangan. Andre juga ditemani oleh penyidik Praswad, yang juga dinonaktifkan, yang berhasil menetapkan lima tersangka hingga ke meja hijau.


Dalam kasus tersebut, Juliari didakwa menerima suap senilai total Rp32.482.000.000 terkait dengan penunjukan rekanan penyedia bansos Covid-19 di Kementerian Sosial.