None Nilai Gagasan E-Government Appi-Rahman Masih Komputerisasi

Debat Pilwalkot Makassar

None Nilai Gagasan E-Government Appi-Rahman Masih Komputerisasi
Screenshot debat kedua Pilwalkot Makassar. (YouTube/iNews Tv)






KABAR.NEWS, Jakarta - Sesi tanya jawab debat paslon Wali Kota Makassar dibuka dengan pertanyaan mengenai gagasan kandidat dalam mengoptimalkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk meningkatkan transparansi, akuntalibitas dan efektifitas kerja pemerintah daerah atau E-Government.


Paslon Munafri Arifuddin - Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman) yang mendapat kesempatan pertama menyampaikan pendapatnya mengenai hal tersebut, menjelaskan, bahwa e-budgeting dan e-planning menjadi gagasan mereka dalam mewujudkan tata kelola birokrasi yang baik.


"Kemudian menerapkan e-budgetting dan e-planning yang terkoneksi antara SKPD dan Bappenas bahkan terkoneksi sampai ke KPK," ujar Rahman Bando dalam tayangan debat yang disiarkan kanal YouTube News Tv, Selasa (24/11/2020).


Menurut Rahman pemanfaatan teknologi juga harus diterapkan dalam proses pengadaan barang dan jasa sebagai wujud transparansi pemerintah. Jika terpilih pada 9 Desember nanti, Appi-Rahman mengandalkan teknologi e-katalog untuk menghindari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).


"Dan yang paling penting transparansi pengadaan barang dan jasa, kita lakukan dengan elektroik yang menggunakan sistem teknologi yg bisa diakses semua pihak. Oleh karena itu Ekatalog menjadi kunci sukses daripada transparansi untuk menghindari KKN," katanya.


Pernyataan Rahman lantas dikritik oleh Calon Wali Kota Makassar nomor urut 4, Irman Yasin Limpo atau None. Menurut dia, pemanfaatan teknologi di pemerintahan masih terkesan komputerisasi dan belum sampai tahap digitalisasi. 


"Seharusnya lebih jauh lagi. Apa yang disampaikan nomor urut dua tadi, saya menganggap masih komputerisasi, belum pada proses digitalisasi yang terkoneksi Big Data, Artificial Intelligence (kecerdasan buatan, red) dan Internet of Things," tutur None.


"Jadi prinsip saya, bahwa proses ke depan harus lebih maju lagi lebih dari sekadar komputerisasi," tandasnya.


Menanggapi pendapat None, Rahman Bando menegaskan sistem teknologi di Pemkot Makassar memang harus lebih dibenahi jika dirinya menjabat wakil wali kota.