Ngaku Polisi, Mantan Napi Sukses Bawa Kabur Motor Security

Ditangkap Saat Sedang Makan di Warung

Ngaku Polisi, Mantan Napi Sukses Bawa Kabur Motor Security
Amrin (37), pelaku penipuan dan penggelapan yang diamankan pihak kepolisian.(ist)

KABAR.NEWS, Makassar - Sepeda motor milik salah satu security hotel di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dibawa kabur oleh polisi gadungan bernama Amrin (37).

Pelaku yang mengaku berpangkat Inspektur Satu (Iptu) tersebut berhasil menipu korban bernama Aldi (21) dengan modus  pura-pura jadi penyidik Satuan Reserse Narkoba Polres Gowa.

Kepala Unit Resmob Polres Gowa, Ipda Imran Hamid mengatakan, polisi gadungan tersebut membawa kabur satu unit motor milik korban dengan dalih hendak melaksanakan Salat Duhur di masjid pada Senin (2/11/2020) lalu.

Tak kunjung kembali, korban pun melaporkan kejadian yang dialami nya ke Mapolsek Ujung Pandang. Dari hasil penyelidikan, petugas pun mendapatkan informasi terkait keberadaan pelaku di salah satu warung makan di Jalan Poros Je'ne Tallasa, Kabupaten Gowa, dan langsung diringkus.
 
Setelah diintrogasi, pelaku mengaku menyimpan motor korban di salah satu Mall wilayah Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

"Setelah itu kami menyerahkan pelaku dan barang bukti ke Mapolsek Ujung Pandang Polrestabes Makassar. Barang bukti sepeda motor, handphone milik pelaku, dan barang pribadi milik korban yang disimpan dalam bagasi motor," kata Imran kepada wartawan, Kamis (5/11/2020).

Lebih jauh, Imran mengatakan, ternyata pelaku merupakan mantan narapidana kasus narkoba yang belum lama ini bebas dari Lapas Bolangi Sungguminasa. "Jadi bukan penyidik Satresnarkoba tapi residivisi kasus narkoba. Mengaku lagi pangkat Iptu," ungkapnya.

Sedangkan, Kapolsek Ujung Pandang, AKP Bagas Sancoyoning Aji menjelaskan, kasus penipuan dan penggelapan ini berawal dari pelaku yang tiba-tiba datang ke hotel tempat korban bekerja pada Minggu, 1 November 2020 lalu.

"Jadi datang saja bukan juga pengunjung atau tamu hotel. Setelah duduk di Pos Sekuriti, dia mulai ngobrol dengan korban mengaku sebagai penyidik Satuan Narkoba Polres Gowa. Tidak pakai atribut atau seragam kepolisian, murni permainan retorika," jelas Bagas.

Memanfaatkan korban yang percaya dengan dirinya, pelaku pun beraksi dengan modus meminjam motor korban lalu membawa kabur.

"Begitu korban percaya, dia minta pinjam motor untuk pergi salat tapi gak nongol-nongol. Akhirnya dilapor ke kami. Koordinasi ke Polres Gowa karena pengakuannya polisi dari sana. Sampai sini ketangkep udah," ujar Bagas.

Bagas menegaskan, pihaknya bakal menjerat Amran dengan Pasal 372 dan atau Pasal 378 KUHPidana tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.


Penulis: Reza Rivaldy/B