Netralitas Dilecehkan, Kapolres Pangkep Proses Pemilik Akun Facebook

Sempat viral

Netralitas Dilecehkan, Kapolres Pangkep Proses Pemilik Akun Facebook
Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji saat memberi keterangan kepada wartawan






KABAR.NEWS, Pangkep - Kapolres Pangkep, Sulsel, AKBP Ibrahim Aji menyesalkan postingan pemilik akun Facebook bernama M Syawir M Rhanggalawe yang dinilainya telah mencemarkan netralitas Polri di Pilkada Pangkep.

 

Ibrahim Aji saat ditemui, mengaku sangat menyesalkan adanya postingan yang mengaitkan mutasi di tubuh Polda Sulsel dan dirinya dengan pelaksanaan pilkada di Pangkep.

 

"Ada kata disitu yang dilihat sebagai kata beking yaitu kata 'Dekkeng'. Padahal kami sama sekali tidak pernah membeking siapapun, tidak berpihak, apalagi jika dikaitkan dengan pilkada, semuanya sama, netralitas di institusi kami adalah harga mati," paparnya.

 

Pihaknya merasa postingan itu telah melecehkan dirinya baik secara pribadi maupun institusi kepolisian. 

 

 

"Sebab definisi dekkeng memiliki konotasi negatif. Kata dekkeng itu sama saja orang yang mengurus-urus," paparnya.

 

Olehnya itu, pihaknya meminta Sat Reskrim Polres Pangkep untuk menyelidiki dugaan pencemaran nama baik itu.

 

"Saksi juga mulai diperiksa. Termasuk kami akan hadirkan ahli bahasa juga," jelasnya.

 

Sementara itu, Burhanuddin salah seorang warganet membenarkan telah dipanggil sebagai saksi oleh Sat Reskrim Polres Pangkep.

 

"Iya tadi sudah dipanggil. Ada beberap hal yang dikonfirmasi sebagai saksi terkait postingan di akun media sosial," katanya.

 

Berikut unggahan netizen di grup Facebook "Diskusi Demokrasi dan Pilkada Pangkep: 

 

"SELAMAT DATANG KAPOLRES PANGKEP AKBP ENDON NURCAHYO S.I.K. SEMOGA MAMPU JADI PENGAYOM YANG BAIK DAN ADIL BUAT SELURUH LAPISAN MASYARAKAT PANGKEP. #MUDAH2N PENGHUNI GROUP INI YANG SDH BERMIMPI DAN BERHAYAL UNTUK MENANG. TAMBAH RONTOK PALA BOTAKNYA!!! SIAPKAN MEMANG MAKI PARAMEX…HBR DAN KAWAN2 !!! SPIRIT DAN SEMANGAT BARU BUAT PARA MILITANS RAMAH MAGELLOMENTONG.. TIDAK ADAMI DEKKNGNA ITU SANAE’. 

 

Pelaku terancam UU ITE Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara.

 

Sekadar diketahui, Ibrahim Aji dimutasi sebagai Kasubbidoras Bidyanmas Baintelkam Polri. Posisi Ibrahim digantikan oleh AKBP Endon Nurcahyo, yang sebelumnya memegang jabatan sebagai Kapolres Enrekang.

 

Penulis : Saharuddin/B