Skip to main content

Nasib Guru Honorer di Pedalaman Luwu, 2 Tahun Tak Terima Tunjangan

Nasib Guru Honorer di Pedalaman Luwu, 2 Tahun Tak Terima Tunjangan
Guru mengajar di sekolah pedalaman. (Ilustrasi/Internet)

KABAR.NEWS, Belopa - Berstatus sebagai tenaga guru honorer memang bukan tugas yang mudah. Selain tunjangan yang tidak diterima setiap bulan, juga kerap menunggak berbulan-bulan.


Kondisi itulah yang menimpa Isma (nama samaran) guru honorer di sekolah dasar negeri (SDN) 49 Tede, Desa Tede, Kecamatan Bastem Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.


Isma mengaku belum menerima tunjangan guru honorer dari sekolah tempatnya mengabdi sebesar Rp4,5 juta per tiga bulan. Hak tersebut tidak diterima Isma sejak 2 tahun terakhir.


Padahal sepengetahuan Isma, sejumlah guru berstatus guru honorer dari sekolah lain di Bastem Utara dan kecamatan lainnya telah menerima tunjangan tersebut.


Kata Isma, pihak sekolah beralasan tunjangan guru honorer memang tidak ada dari pemerintah daerah Kabupaten Luwu. "Alasannya begitu. Sejak dua tahun tidak ada tunjangan pak," kata Isma kepada KABAR.NEWS via telpon belum lama ini. Dia meminta namanya disamarkan.


Meski demikian, hingga hari ini guru lulusan kampus ternama di Kota Makassar itu tetap mengajar di sekolah tersebut. Dia berharap tunjangannya selama dua tahun terakhir yang tak dibayarkan segera dipenuhi pemerintah.


Masalah ini menuai sorotan dari pemerhati sosial dan pendidikan Kabupaten Luwu, Irwan Said. Menurutnya, pemerintah setempat mendiskriminasi guru honorer dan mengabaikan hak-hak mereka.


a
Irwan Said. (IST/Facebook)

"Saya sudah hubungi kepseknya SDN 49 Tede, ternyata memang tidak dikasi tunjangan untuk guru honorer. Ini diskriminasi, kami duga pilih kasih padahal desa terpencil di Desa Tede ini," ujar Irwan dalam keterangannya kepada KABAR.NEWS, Kamis kemarin.


Irwan yang melakukan pendampingan terhadap Isma, telah menyampaikan masalah tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Amang Usman. Dari hasil komunikasi itu, Disdik meminta Isma untuk segera menghadap.

 

"Pak Kadis bilang, dia minta saudara Isma ini segera melapor ke Disdik. Tapi kita minta ada itikad dari pemerintah untuk mengecek langsung kondisi di lapangan," pintah Irwan.

 

"Kasihan ini, soal tunjangan itu hak guru honorer. Sudah nilainya kecil, tidak diberikan lagi. Pihak sekolah dan desa tidak ada alasan tidak memberikan tunjangan tersebut," tandasnya.

 

 

loading...