Nasib Calon Jemaah Haji Belum Jelas, Kemenag Sulsel Tunggu Regulasi Baru

Tergantung situasi pandemi Covid-19

Nasib Calon Jemaah Haji Belum Jelas, Kemenag Sulsel Tunggu Regulasi Baru
Kabid Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel, Ali Yafid saat ditemui usai sosialisasi di Gedung Sipintangngarri, Jeneponto. (KABAR.NEWS/Akbar Razak).






KABAR.NEWS, Jeneponto - Sebanyak 7.727 calon jemaah haji Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga saat ini nasibnya belum jelas. Khususnya 339 calon jemaah haji asal Kabupaten Jeneponto.


Ratusan calon jemaah yang masuk dalam daftar keberangkatan pada 2022, masih harus nenunggu regulasi dari pemerintah sehingga Kementerian Agama (Kemenag) menggencarkan sosialisasi.


Kepala Bidang Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid mengatakan, sosialisasi ini merupakan kebijakan pemerintah.


"Pembatalan pemberangkatan jamaah haji tahun ini agar masyarakat mengetahui secara jelas dan memahami keputusan pemerintah karena ini menyangkut persoalan kemanusiaan maka dikeluarkan KMA Nomor 660 Tahun 2021," ujar Ali Yafid kepada KABAR.NEWS, Selasa (12/10/2021).


Selain itu, kegiatan sosialisasi ini merupakan kebijakan yang bertujuan agar informasi yang beredar di masyarakat tidak disalah pahami, khususnya calon jemaah.


Menurut Ali, banyak CJH yang mengeluh dan mempertanyakan mengapa ada pembatalan pemberangkatan ke Tanah Suci. Mereka juga mempertanyakan mengenai KMA Nomor 660.


"Mereka bertanya itu wajar karena mereka tidak tahu apa sih tujuannya KMA 660 ini. Tapi alhamdulillah, setelah kami jelaskan prosesnya, kerjaan Kemenag tim krisis haji sudah bekerja semaksimal mungkin untuk memetakan penyelenggaraan jemaah haji. Tapi apa boleh buat, tanggal 3 Juni Menteri sudah menandatangani namun mereka sudah paham dan menerima dengan baik," ungkapnya.


Saat dikonfirmasi soal kepastian pemberangkatan jemaah haji akan dilaksanakan, ia mengaku tergantung pada situasi pandemi Covid-19.


"Itu tidak bisa kita pastikan, yang jelas bagaimana pandemi ini cepat selesai. Kami hanya sampaikan ke warga bantu pemerintah untuk menurunkan Covid-19," kata Ali.


Menurutnya, jika warga ingin cepat maka harus sosialisasi prokes, sosialisasi vaksinasi maka situasi akan membaik. Jika semua vaksinasi sudah dilakukan dan memenuhi target pemerintah, maka semuanya bisa berjalan secara normal.


"Pembatalan haji ini memang hanya terkendala pandemi Covid-19 sehingga penyelenggaraan jemaah haji ini hanya terlaksana di internal Arab Saudi saja," tuturnya.


Penulis: Akbar Razak/B