Skip to main content

NasDem Ingatkan Pemprov Sulsel Tidak Salah Urus Kegiatan Kebudayaan

rajab
Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Sulsel, M. Rajab. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan beberapa hari lalu menerbitkan surat edaran, terkait larangan untuk menggelar kegiatan budaya yang bernuansa ritual-ritual nonformal agama.

Surat edaran itu bernomor:120/6759/Wagub, ditujukan kepada semua OPD lingkup Pemprov Sulsel dan kabupaten/kota se-Sulsel. Mengenai surat edaran tersebut, Fraksi Partai NasDem menyampaikan pendapatnya.

suratedaranLima poin isi surat imbauan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. (IST)

Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Sulsel, M. Rajab menilai, Pemprov Sulsel seakan mengaitkan peristiwa bencana dengan aktivitas kebudayaan masyarakat. Ia berpendapat, semestinya Pemprov Sulsel tidak membuat surat edaran yang menghubungkan antara kejadian bencana dan perilaku manusia dalam budaya dan keadaban.

Walaupun, kata dia, dalam titik tertentu bisa dihubungkan. Hanya saja bersifat spekulatif-subjektif. "Ini kan ranah agama. Dan itu sangat spekulatif subjektif. Konten suratnya juga hal yang seharusnya tidak diurus oleh pemerintah provinsi," kata Rajab melalui keterangan tertulisnya, Jumat (12/10/2018).

Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel ini juga mengatakan, sebaiknya Pemprov Sulsel mengaitkan bencana gempa, tsunami dan likuifaksi dari perspektif ilmiah atau sains. Bukan dengan pendekatan sifatnya subjektif/spekulatif.

"Ditambah lagi, perkara bentuk budaya yang berbau kesyirikan, ini hal yang sangat debatable. Apakah kita mau mengatakan 'Maccera Tasi' dalam ritus budaya orang Luwu itu, budaya yang berbau kesyirikan?. Lalu, siapa yang punya otoritas untuk mensyirikkan suatu kebudayaan?," lanjut juru bicara DPW NasDem Sulsel ini.

"Saya minta kepada Pemprov Sulsel, agar lebih bisa melihat skala prioritas yang harus disikapi. Sebaiknya, pemprov bicara soal kemiskinan, pengangguran, honorer K2, dan pendidikan di daerah terpencil," pungkas mantan Aktivis HMI ini.

  • Arya Wicaksana