Napoleon Bonaparte Aniaya Muhammad Kece di Rutan Bareskrim 

Sedang diproses

Napoleon Bonaparte Aniaya Muhammad Kece di Rutan Bareskrim 
Irjen Pol Napoleon Bonaparte usai menjalani persidangan kasus suap red notice. (Foto: Liputan6/Faizal Fanani)






KABAR.NEWS, Jakarta - Pelaku penganiayaan terhadap tersangka penistaan agama Muhammad Kosman alias Muhammad Kece, di Rutan Bareskrim Polri ternyata adalah sesama tahanan, yakni Irjen Pol. Napoleon Bonaparte.


Mengutip Kantor Berita Antara, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi membenarkan bahwa terlapor dalam laporan polisi yang dibuat oleh Muhammad Kece adalah jenderal bintang dua tersebut.

"Napoelon Bonaparte," jawab Brigjen Andi, saat ditanya nama terlapor dalam laporan polisi yang dilayangkan Muhammad Kece. 


Berdasarkan informasi yang diperoleh, penganiayaan itu terjadi pada saat Muhammad Kece sedang berada di ruang isolasi. Sesuai protokol kesehatan, setiap tahanan yang baru masuk, menjalani masa isolasi selama 14 hari.


Napoleon Bonaparte ditahan di Rutan Bareskrim Polri terkait kasus suap red notice pelarian Djoko Tjandra. Hasil persidangan membuktikan Napoleon menerima 200 ribu dolar Singapura dan 370 ribu dolar AS dari Djoko Tjandra untuk pengurusan penghapusan namanya Daftar Pencarian Orang (DPO).


Sebelumnya, Bareskrim Polri menerima Laporan Polisi LP Nomor 0510/VIII/2021/Bareskrim.Polri pada tanggal 26 Agustus 2021, pelapor atas nama Muhammad Kosman yang tak lain adalah Muhammad Kece.


Lebih lanjut Brigjen Andi menyebutkan, penyidik masih bekerja mendalami laporan tersebut, termasuk kronologi penganiayaan yang dilakukan apakah dilakukan sendiri oleh Napoleon atau ada yang membantu.


Menurut Brigjen Andi, sudah ada tiga orang saksi yang dimintai keterangan, ketiganya merupakan tahanan yang ada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri.


"Penyidik sedang mendalami apakah dilakukan sendiri atau ada yang membantu. Nanti ya motifnya. Saksi tiga orang, semuanya napi," ucap Andi.