Namanya Dicatut Pembuatan Suket Antigen Palsu, Dokter Cantik di Makassar Lapor Polisi

Mengetahui namanya dicatut dari rekan kerjanya di Puskesmas Pampang.

Namanya Dicatut Pembuatan Suket Antigen Palsu, Dokter Cantik di Makassar Lapor Polisi
Dokter umum Puskesmas Pampang Makassar, dr Aulia Recitra Kasim saat melapor ke Polsek Panakkukang, Selasa (2/2/2021). (Foto: KABAR.NEWS/Reza Rivaldy)






KABAR.NEWS, Makassar - Seorang dokter umum fungsional Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pampang bernama Aulia Recitra Kasim melapor ke Kepolisian Sektor (Polsek) Panakkukang, Makassar karena namanya dicatut dalam pemuatan surat keterangan Rapid Antigen palsu. Suket palsu tersebut digunakan seorang penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin pada Kamis (14/1/2021). 

"Saya melapor 15 Januari lalu ke Polsek, karena nama saya dicatut dalam surat keterangan rapid test antigen palsu, sesuai arahan pimpinan," kata dokter berusia 32 tahun itu kepada wartawan saat ditemui di Mapolsek Panakkukang, Selasa (2/2/2021).

Aulia mengetahui namanya dicatut dalam suket rapid antigen palsu dari temannya. Ia mengaku saat itu rekannya mengunggah suket palsu tersebut di grup Puskesmas Pampang. 

"Sedangkan yang kita tahu seluruh Puskesmas di Makassar, 47 Puskesmas itu tidak ada rapid antigen, yang ada tes PCR. Itu pun untuk kontak erat dan tidak bisa digunakan untuk perjalanan," ucapnya.

Wanita berhijab ini menyebut surat keterangan rapid test antigen itu palsu. Dirinya tidak menerima dan merasa dirugikan dengan kelakuan oknum mencatut namanya untuk mengeluarkan surat keterangan palsu.

"Masalahnya yang dibawa tandatangan ketikannya namaku. Saya lihat tanda tangannya bukan, dan saya memang tidak bakal tandatangan," beber Aulia.

Kepala Kepolisian Sektor Panakkukang, Komisaris Polisi Jamal Fathur Rakhman membenarkan adanya laporan dokter cantik itu.

Mantan Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar itu mengatakan bahwa suket palsu tersebut awalnya ditemukan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang dibawa oleh salah satu penumpang asal Makassar tujuan Kalimantan.

"Kami masih melakukan penyelidikan namun memang ada beberapa kendala karena kemarin saksi sempat isolasi mandiri dikarenakan Covid-19," ungkap Jamal.

Penulis: Reza Rivaldy/A