Skip to main content

Mutasi Besar-besaran Pemprov, Begini Penjelasan Gubernur Sulsel

fs
Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah saat diwawancarai awak media. (Dok. Humas Sulsel)

KABAR.NEWS, Makassar-- Rencana pergeseran dan pengisian jabatan besar-besaran akan dilakukan Pemprov Sulsel. Selain untuk mengisi beberapa jabatan eselon II yang kosong (saat ini diisi pelaksana tugas), mutasi ini sebagai bentuk penyesuaian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru. 

 

Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah yang dikonfirmasi terkait mutasi pejabat ini mengakui masih dalam tahap penggodokan. Untuk jadwal pastinya, dirinya belum bisa memastikan.

 

"Tunggu tanggal mainnya. Ini masih digodok, jadi kita tidak asal mengangkat orang. Karena 2020 itu harus dobel engine, bukan lagi singgle engine," kata Nurdin saat ditemui di Rujab Gubernur, Senin malam (10/12/2019).

 

Dalam kesempatan tersebut, NA juga menyebutkan susunan OPD yang baru telah ditandatangani dalam bentuk Peraturan Gubernur (Pergub). Mulai awal tahun 2020, OPD baru ini sudah efektif berlaku.

 

Beberapa OPD dipastikan akan hilang dan dilebur ke OPD lainnya, seperti Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang dilebur ke Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi. Kemudian Balitbangda disatukan dengan Bappeda. Serta beberapa biro atau bagian, seperti Biro Aset ke BPKD dan bagian Humas dipindahkan ke Diskominfo.

 

Terkait pejabat yang OPD-nya dilebur, Nurdin menjelaskan tetap akan mendapat jabatan. Hanya saja, mantan bupati Bantaeng ini memastikan hanya pejabat yang berprestasi yang mendapatkan jabatan struktural.

 

"Beliaukan sudah eselon II, tinggal dilantik, nggak perlu ikut lelang. Yang bagus ngapain harus non job, rugi loh pemerintah. Yang bagus ya, tapi yang main-main ya harus. Kan sekarang dalam proses, kita lihat siapa yang prestasi, yang tidak prestasi," jelasnya.

 

"Pertama mau sinergi nggak, yang kedua itu tadi, transparansi. Yang ketiga inovasi, dia harus punya inovasi. Inovasi dalam artian dia selalu bikin sebuah perubahan-perubahan menuju ke perbaikan," lanjutnya.

 

Mantan bupati Bantaeng ini menyebutkan selama satu tahun lebih memimpin Sulsel, dirinya masih melakukan penyesuaian dengan pejabat Pemprov Sulsel. Beberapa mutasi pejabat yang telah dilakukan belakangan ini, diakui Nurdin sebagai bentuk penyesuaian tersebut. 


*Reza Rivaldy/Cp/Rls/C

 

loading...