Skip to main content

Musrenbang Anak, Upaya Pemkab Gowa Dorong Anak Dalam Berpendapat

Musrenbang Anak, Upaya Pemkab Gowa Dorong Anak Dalam Berpendapat
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis saat membuka Musrenbang Anak di Baruga Tinggi Mae Rujab Bupati Gowa. 

KABAR.NEWS, Gowa - Perwakilan anak dari 18 kecamatan se-Kabupaten Gowa mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunanan (Musrenbang) Anak yang berlangsung di Baruga Tinggi Mae Rujab Bupati Gowa, Jumat (22/3/2019) kemarin. 


Baca juga: Bupati Sinjai Akan Jadikan Festival Buah Event Tahunan

Kegiatan ini digelar guna mendorong anak-anak menggunakan haknya dalam menyampaikan pendapat dalam rangka pembangunan Kabupaten Gowa.


"Ini kita lakukan untuk mewujudkan partisipasi anak demi pembangunan Kabupaten Gowa yang merupakan indikator dalam mewujudkan kabuten gowa menjadi kabupaten layak anak (KLA)," ungkap Ketua Pelaksana Kegiatan, Taufik Mursad.


Dengan mengangkat tema "Anak Gowa sehat, kuat, cerdas, bangkit untuk Indonesia Jaya", kata Taufik kegiatan ini juga ditujukan untuk menyelaraskan prioritas sasaran pembangunan daerah dengan suara dan aspirasi anak secara proporsional, agar prioritas pembangunan dan program lebih responsif terhadap anak .


"Kita sadar dalam menyusun rencana pembangunan dibutuhkan aspirasi anak, apalagi di Gowa 33,4 persen merupakan usia anak dari keseluruhan penduduk Kab Gowa. Sehingga kami menggelar Musrenbang anak yang ke tiga kalinya ini agar anak ikut serta dalam menyuarakan pendapatnya, dan kebutuhan hak anak bisa terpenuhi," terangnya.


Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis  mengatakan, jumlah anak di Kabupaten Gowa cukup besar yakni 252.056 atau 33,4 persen. Jumlah tersebut harus diperhitungkan dalam setiap pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kepentingan anak.


"Anak itu berbeda dengan orang dewasa, dan anaklah yang lebih tau masalah, maupun kebutuhannya, sehingga hari ini kami melibatkan anak dalam proses pembangunan mulai dari tahap perencanaan," tuturnya saat membuka Musrenbang anak.

 

Muchlis juga membagi anak-anak dalam enam klaster sesuai pemenuhan kebutuhan haknya. Diantaranya, klaster 1 hak sipil dan kebebasan, klaster 2 lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, klaster 3 kesehatan dan kesejahteraan sosial, klaster 4 pendidikan, pemanfaatan waktu luang, kegiatan sosial budaya, klaster 5 perlindungan khusus, dan 6 kelembagaan.


"Tahun 2018 lalu terdapat 26 usulan anak yang terangkum dari beberapa klaster hak anak, alhamdulillah 96 persen usulan tersebut terakomodir melalui SKPD dari Dians Pendidikan, Kesehatan, dan Disdukcapil. Kita berharap tahun ini lebih meningkat lagi, serta melalui musrenbang ini akan mengukir sejarah catatan baru dari anak untuk Indonesia Jaya," demikian Muchlis. 


Baca juga: Jelang Pemilu, Bupati Gowa: Gowa Tetap Aman

Diakhir kegiatan, dilakukan dilaunching  Ana' Gowa Bebas Sampah Plastik (A'Batik), salah satunya mengganti minuman kemasan dengan tumbler.


Afrilian Cahaya Putri

 

loading...