Momen Jokowi Lepas Jaket Lalu Dipasangkan ke Pengungsi Banjir NTT

Diabadikan fotografer presiden

Momen Jokowi Lepas Jaket Lalu Dipasangkan ke Pengungsi Banjir NTT
Presiden Joko Widodo melepas jaketnya dan mengenakannya kepada pengungsi banjir bandang di Lembata, Nusa Tenggara Timur, Jumat (9/4/2021). (Foto: Instagram/agus_suparto_ri_1)






KABAR.NEWS, Makassar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (9/4/2021) melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau lokasi terdampak dan penanganan banjir bandang di wilayah tersebut.


Salah satu daerah terdampak banjir yang dikunjungi Jokowi adalah Kabupaten Lembata. Melansir laman Setkab, Presiden tiba pukul 10.40 WITA dan disambut Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dan langsung menuju ruang tunggu di bandara tersebut.


Di Lembata, Jokowi menyempatkan menyampaikan pidato di antara bebatuan besar yang tersapu banjir dan tentunya menemui para pengungsi. 


Di sela kunker ini, ada moment menarik ketika Jokowi melepas jaketnya lalu dipasangkan kepada seorang pengungsi atau korban terdampak banjir. Momen ini diabadikan oleh Fotografer Pribadi Presiden Jokowi, Agus Suparto.


"Presiden RI Joko Widodo mencopot jaket merahya lalu mengenakannya kepada Fransiskus Ade Uran Atawalo salah satu warga desa Tapolangun, Kab Lembata yang juga salah satu korban banjir bandang Lembata NTT," tulis Agus pada caption unggahannya di Instagram, Jumat.


Perintahkan Pencarian Korban Berlanjut


Melalui kunjungan dan peninjauan ini, Jokowi  telah berbicara dengan Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mengenai penanganan dan pemulihan pasca bencana di wilayah setempat. 


Atas persetujuan masyarakat, warga di lokasi terdampak bencana ini nantinya akan direlokasi di mana proses pembangunannya akan segera dilakukan secepat-cepatnya.


Selain itu, Presiden juga telah memerintahkan agar proses pencarian di tengah medan berbatuan yang menyulitkan pengoperasian alat berat untuk tetap dilakukan.


"Sampai siang hari ini, total korban di Nusa Tenggara Timur ada 163 yang meninggal dan masih dalam pencarian 45 orang. Ini yang akan terus kita usahakan agar yang dalam pencarian tadi bisa segera ditemukan. Kalau kita lihat di lapangan memang keadaannya berbatuan, batu yang besar-besar, yang itu sangat menyulitkan alat-alat berat kita. Tetapi tadi sudah saya perintahkan untuk terus dicari dan ditemukan yang masih hilang,” ujarnya.