Mola TV Ancam Pidanakan Penyelenggara Nobar Euro 2020 Tanpa Izin

Jika distribusikan tayangan Euro dari siaran Mola TV

Mola TV Ancam Pidanakan Penyelenggara Nobar Euro 2020 Tanpa Izin
Sosialisasi hak siar Mola TV untuk pertandingan Euro 2020. (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Makassar - Setelah resmi menjadi pemegang lisensi tunggal atas beberapa konten/tayangan pertandingan sepak bola UEFA Euro 2020, PT. Global Media Visual (MOLA) secara gencar melakukan Pengumuman Karya Siaran/Hak Siar dan Public Viewing.


Sejumlah siaran yang ditayangkan Mola TV yakni pertandingan sepak bola Kualifikasi UEFA Euro 2020, kualifikasi Piala Dunia 2022 termasuk namun tidak terbatas pada seluruh 51 pertandingan UEFA Euro 2020 secara lengkap sampai dengan final.


Lisensi tunggal ini juga bertujuan agar khalayak umum dan pelaku-pelaku usaha area publik/komersial dan sejenisnya tidak membuat kerumunan seperti  lobi hotel/lounge dan apartemen, kafe dan area publik lainnya serta tidak melanggar Hak cipta yang dimiliki Mola TV.


Adapun untuk tayangan UEFA Euro Package 2018-2022 melalui platform Over The Top (OTT) hanya dapat diakses pada laman situs www.mola.tv, aplikasi Android/IOS resmi Mola serta platform pihak ketiga lainnya yang bekerja sama secara resmi dengan pihak Mola.


Pada pengumuman tersebut, Mola mengingatkan bahwa penayangan UEFA Euro Package 2018-2022 pada platform OTT serta pada area publik/komersial dan sejenisnya sebagaimana telah disebutkan di atas, yang dilakukan tanpa izin dan kerja sama dengan Mola selaku pemegang lisensi, adalah suatu bentuk pelanggaran hak cipta dan dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Mola juga akan secara aktif melakukan pemantauan, baik secara daring (online) dan/atau luring (offline), dan melakukan penindakan langsung secara tegas di lapangan terhadap pelanggar-pelanggar Hak Cipta atas penayangan UEFA Euro Package 2018-2022 dengan menggandeng kuasa hukum dan pihak berwajib dalam melakukan hal tersebut (Operasi Tertangkap Tangan).


Mola TV juga mengimbau kepada seluruh pelaku usaha area publik/komersial dan sejenisnya maupun pihak-pihak lain yang hendak mengadakan kegiatan menyaksikan bersama (Public Viewing) dengan menayangkan UEFA Euro Package 2018-2022 agar melakukan registrasi dan kerja sama dengan Mola melalui partner resmi yang telah ditunjuk oleh Mola, yakni PT Mitra Media Integrasi (MIX).


COO MIX, Bobby Christoffer, mengatakan seluruh venue atau usaha komersil harus melakukan registrasi terlebih dahulu sesuai ketentuan yang berlaku.


“Bagi Venue atau usaha komersil yang sudah registrasi dan hendak menyelenggarakan program ini (UEFA EURO 2020), kami akan memastikan bahwa penyelenggaraan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam program Mola Live di mana semua venue yang sudah teregistrasi bisa dilihat di  website molalive.com," ujarnya melalui rilis yang diterima KABAR.NEWS, Jumat (28/5/2021).


Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi para pelaku usaha area publik/komersial dan sejenisnya dalam melakukan proses registrasi dan kerjasama untuk penayangan UEFA Euro Package .


Bagi para pihak yang ingin menayangkan UEFA Euro Package 2018-2022 pada area publik/komersial dan sejenisnya agar dapat menghubungi PT Mitra Media Integrasi (MIX) melalui email: [email protected] dan/atau telepon: 021-2212534/081282997043.


"Kami berharap pihak-pihak terkait tidak mencoba untuk melakukan pelanggaran Hak Cipta atas tayangan UEFA Euro Package 2018-2022, karena sanksi hukum dan penaltinya cukup berat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tambah Bobby Christoffer.


Ancaman pidana yang diingatkan pihak Mola TV terdapat dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.


Aturan itu berbunyi, segala bentuk pemanfaatan, pendistribusian, dan pengumuman atas suatu Ciptaan yang dilakukan tanpa hak dan/atau tanpa izin dari Pencipta atau Pemegang Hak Cipta yang dilakukan dengan melanggar Hak Ekonomi Pencipta dan untuk tujuan komersial adalah suatu bentuk pelanggaran Hak Cipta dan dapat dikenakan sanksi pidana paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 4.000.000.000,- (Empat Miliar Rupiah).


Penulis: Irvan Abdullah/C