Moeldoko Disebut Ingin "Kudeta" AHY dari Ketum Demokrat

Dibeberkan Andi Arief

Moeldoko Disebut Ingin "Kudeta" AHY dari Ketum Demokrat
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko disebut sebagai pihak yang disebut-sebut ingin mengambil alih jabatan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.


Hal itu diungkapkan politisi Demokrat, Andi Arief. Melalui Twitter, dia menyebut Moeldoko adalah orang dekat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin "mengkudeta" AHY lewat mekanisme Kongres Luar Biasa (KLB).


"Banyak yang bertanya siapa orang dekat Pak Jokowi yang mau mengambil alih kepemimpinan AHY di Demokrat, jawaban saya KSP Moeldoko," cuit Andi Arief, Senin (1/2/2021).


"Kenapa AHY  berkirim surat ke Pak Jokowi, karena saat mempersiapkan pengambilalihan menyatakan dapat restu Pak Jokowi," tweet Arief. 

Senada dengan Arief, politisi partai berlambang mercy lainnya yakni Rachland Nashidik, menyebut Moeldoko adalah figur non kader yang ingin mendongkel AHY dari Ketum Demokrat.


Sebelumnya,AHY mengatakan kelompok yang ingin mengambil alih posisi ketum Partai Demokrat menargetkan 360 orang agar dapat melaksanakan KLB. Hal itu berdasarkan penuturan saksi.


"Pelaku gerakan menargetkan 360 orang para pemegang suara yang harus diajak dan dipengaruhi dengan imbalan uang yang besar," kata AHY pada video konferensi persnya di YouTube, Senin.


Sementara, Moeldoko membantah tudingan bahwa dirinya menjadi bagian dari upaya mendongkel kepengurusan Partai Demokrat. Ia mengatakan selama ini, yang ia lakukan adalah menerima kunjungan sejumlah orang saja.


Kunjungan sejumlah orang ini, kata Moeldoko, adalah hal yang biasa. Terlebih, ia menyebut statusnya sebagai jenderal TNI yang merupakan mantan Panglima TNI.


"Secara bergelombang mereka dateng, ya kita terima. Konteksnya apa saya juga gak ngerti. Dari obrolan-obrolan itu biasanya saya awali dari pertanian, karena saya suka pertanian," kata Moeldoko saat memberi klarifikasi secara daring, seperti dilansir Tempo.