Modus Meminjam, Pria di Makassar Bawa Kabur Mobil Tetangga

Nawir pedagang sayur

Modus Meminjam, Pria di Makassar Bawa Kabur Mobil Tetangga
Nawir didampingi polisi saat diekspose terkait kasus pencurian mobil di Mapolsek Panakkukang. (KABAR.NEWS/Reza)






KABAR.NEWS, Makassar - Munawir alias Nawir membawa kabur mobil tetangganya di Jalan Sukadamai, Kota Makassar, dengan modus dipinjam lalu hendak dijual di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).


Atas aksi nekatnya, pria 32 tahun itu harus berurusan dengan polisi. Nawir ditangkap oleh Reserse Mobile (Resmob) Polsek Panakkukang Makassar di tempat persembunyiaannya di Jalan Maccini Raya, Makassar, Minggu (31/1/2021).


Kanit Reserse Kriminal Polsek Panakkukang, Iptu Iqbal Usman mengatakan, pelaku membawa kabur mobil merek Daihatsu Xenia dengan kunci yang sudah digandakan.


"Pelaku meminjam kendaraan ini lalu menggandakan kuncinya setelah itu mobil dikembalikan. Keesokan harinya, pada malam dini hari, pelaku mengambil mobil ini dari rumah korban, kemudian dibawa ke satu wilayah di Kabupaten Gowa," kata Iqbal kepada wartawan di kantornya. Senin (1/2/2021) petang.


Agar kendaraan tersebut tidak dikenali, Nawir mengubah pelat nomor polisi asli mobil dan menggantinya dengan plat nomor palsu. "Kemudian melepaskan kursi di bagian tengah dan mencopot beberapa bagian-bagian dari mobil, mewarnai ulang velg dengan tujuan agar tidak dikenali korban," ungkap Iqbal.


Iqbal juga menyebut, pelaku memanfaatkan kebaikan korban yang sudah dikenalnya sejak lama. Nawir pun kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Panakkukang.


"Karena ada kedekatan emosional, dimana pelaku sering datang ke rumah korban. Cuman tetangga. Sudah lama berteman ini korban dan pelaku," ucapnya.

Alasan Mencuri Mobil


Nawir mengaku melakukan aksi pencurian ini karena hanya ingin merasakan punya mobil pribadi. Dia mengklaim mobil tetangga hanya untuk dipakai-pakai.


"Saya ambil mobil untuk dipakai-pakai. Jadi saya ambil. Tidak ada niatan untuk jual," kata Nawir di hadapan polisi.


Selain sehari-harinya sebagai pedagang di Pasar Terong, Nawir juga ternyata merupakan marbot masjid di Kabupaten Gowa. "Menyesal saya pak, saya sering adzan di Masjid," tuturnya.


Atas perbuatannya, Nawir terancam pasal 363 KUHPidana tentang pencucian dengan pemberatan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.


Penulis: Reza Rivaldy/A