Mobil Truk di Jeneponto Hantam Rumah, Sopir Kabur

- Tak kuat menanjak

Mobil Truk di Jeneponto Hantam Rumah, Sopir Kabur
Kondisi truk gandeng mundur hingga menabrak gazebo hingga tembok rumah warga di Jeneponto, Minggu (27/12/2020). (KABAR.NEWS/Akbar Razak).






KABAR.NEWS, Jeneponto - Mobil truk yang memuat besi beton menghantam sebuah rumah di Desa Kalumpang Lompoa, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulsel.


Kecelakaan tunggal yang terjadi pada Minggu, (27/12/2020) disebabkan truk yang dikemudikan Samsuddin tak kuat melaju di jalan tanjakan. Akibatnya, truk melaju mundur tak terkendali hingga menabrak gazebo hingga tembok rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.


Posisi truk gandeng tersebut terpalang nyaris menutupi semua badan jalan.  Mobil bernomor polisi DP 8671 AB itu menghadap ke jalan, sedangkan bagian belakang truk masuk ke dalam perkarangan rumah warga. 


Salah seorang warga setempat bernama Adi mengatakan, bahwa sopir truk tersebut pergi entah ke mana pasca kejadian. "Iya pergi sopirnya, tidak tahu ke mana," ujarnya kepada KABAR.NEWS di lokasi, kemarin.


Abdul Hakim seorang warga yang menjadi korban dalam kecelakaan ini mengatakan, kecelakaan bermula ketika truk melaju dari arah Makassar menuju Bantaeng dengan kecepatan tinggi.


Saat tiba di lokasi, truk tidak kuat menanjak karena kondisi truk sudah tua. Terlebih lagi muatan truk itu terlalu banyak. Alhasil, truk melaju mundur tanpa kendali.


"Penyebabnya yang pertama mobilnya tua, dan muatanya terlalu banyak 20 ton lebih," ujarnya. 


Dia bercerita, sebelum kejadian dirinya tengah berada di dalam rumah. Tiba-tiba dia mendengar seperti suara ledakan keras. Dia kemudian keluar untuk memastikan sumber suars tersebut. Rupanya ledakan itu berasal dari truk yang mengalami kecelakaan. 


"Tadi jam 06.00 Wita pagi, saya masih di dalam rumah mendengar suara mobil kaya ada ledakan besar, setelah itu saya keluar, begitu saya keluar dari rumah, pantat mobil itu sudah masuk di depan rumah dan tembok pagar saya roboh," jelasnya.


Akibat dari kejadian itu, dia mengaku mengalami kerugian jutaan rupiah. Kata dia, tanjakan ini kerap menimbulkan kejadian. Mayoritas kejadian itu berasal dari truk yang tidak kuat menanjak. 


Penulis: Akbar Razak/A