Misteri Kematian Warga Kelara Jeneponto: Diduga Dibunuh Hingga Dituding Pencuri

- Polisi didesak tangkap terduga pelaku

Misteri Kematian Warga Kelara Jeneponto: Diduga Dibunuh Hingga Dituding Pencuri
Ilustrasi pembunuhan. (KABAR.NEWS/Arya Wicaksana)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Kematian seorang pria bernama Yasa di Kampung La'langbonia, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, masih menyisahkan teka-teki. 


Pria 45 tahun tersebut ditemukan tewas di pematang sawah pada Minggu, 5 Desember 2021. Kematian Yasa dianggap janggal. Dia diduga kuat menjadi korban pembunuhan karena ditemukan sejumlah luka di tubuhnya.


Keluarga pun kembali mengadukan kematian Yasa ke polisi. Namun, hasil penyelidikan aparat selama satu pekan terakhir belum menemukan titik terang ihwal siapa pembunuh Yasa. (Baca juga: Pemkab Jeneponto Target Vaksinasi 4 Ribu Orang Per Hari)


Kaur Bin Ops Polres Jeneponto Iptu Nasruddin tak memungkiri bahwa Yasa diduga kuat dibunuh. Meski demikian, polisi belum bisa mengungkap siapa pelaku dan apa motif sehingga Yasa meregang nyawa.


"Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, pelaku lebih dari satu orang. Nanti kita lakukan proses penyelidikan untuk mengetahui berapa orang pelakunya," kata Nasruddin kepada KABAR.NEWS, Rabu pekan lalu.


Luka Benda Tumpul, Dituding Pelaku Pencurian


Saat ditemukan di pematang sawah, kondisi Yasa dalam keadaan luka-luka. Dari foto yang diperoleh KABAR.NEWS, terlihat ada luka pada bagian kepala dan mengeluarkan darah dari hidung.


Di sekitar jasad Yasa ada beberapa batu seukuran kepalan tangan. Ia memakai sweater berwarna biru. Terlihat juga katapel di samping jasadnya. Polisi menyebut Yasa diduga kuat dihabisi menggunakan benda tumpul.


"Ada beberapa luka bekas dari benda tumpul dari lemparan batu," beber Iptu Nasaruddin. (Baca juga: Kisah Nenek Rante di Jeneponto, Jual Sapu Lidi Demi Bertahan Hidup)


Selain itu, Yasa dituding sebagai pelaku pencurian. Namun, tudingan ini belum dapat dibuktikan sebab barang yang diduga digasak Yasa tidak ditemukan di lokasi kejadian.


"Diduga pelaku pencurian ternak namun pada saat kejadian, kita tak menemukan adanya pencurian ternak," ucapnya.


Polisi Didesak Tangkap Pelaku


Tak hanya polisi, pihak keluarga juga memastikan Yasa adalah korban pembunuhan. Keluarga juga tidak percaya jika korban melakukan pencurian sebelum ditemukan meninggal dunia.


"Tewas mengenaskan, dituduh pencuri tapi tidak ada bukti," ujar Nasir Awing keluarga korban, kepada KABAR.NEWS, Rabu (15/12/2021).


Keyakinan korban dibunuh semakin menguat saat jenazah korban dibawah ke rumah duka. Di situ, terdapat beberapa luka pada tubuh korban. "Banyak luka-lukanya itu. Batu, kayu, benda besi. Ada luka sobek, di bagian belakang," tegasnya. (Baca juga: Polisi akan Tutup Tambang Galian C yang Tewaskan Anak di Jeneponto)


Maka dari itu, keluarga mendesak kepolisian untuk segera memproses kasus ini. Dan meminta para pelaku dihukum seberat-beratnya.


"Dikembangkan ini pembunuhan keluarga saya, supaya ditangkap pelaku dan dihukum seberat-beratnya," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/A