Skip to main content

Miris, Seorang Hakim Digerebek Warga Diduga Mabuk dan Pesta Seks di Rumah Dinas

Ilustrasi
Ilustrasi.


KABAR.NEWS - Cukup memalukan. Seorang hakim berinisial Y di Lampung digerebek saat sedang mabuk bersama dua wanita oleh warga di rumah dinasnya. 


Kabar tersebut pun menjadi perhatian Mahkamah Agung (MA). Juru bicara MA, Andi Samsan Nganro mengaku MA sudah membentuk Tim Badan Pengawas (Bawas) MA untuk memeriksa hakim Y. 


"Tim yang dibentuk Bawas MA sejak hari ini--dengan dasar surat tugas Kepala Bawas MA tanggal 18 Januari 2019--melakukan pemeriksaan terhadap hakim PN Manggala sesuai laporan Ketua PT Lampung, perihal dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim, yaitu mabuk-mabukan dan bersama perempuan di rumah dinas," ujarnya dikutip dari detikcom, Jumat (18/1/2019).


Baca Juga:

Tak hanya MA, kata Samsan, Pengadilan Tinggi Lampung pun telah mengambil tindakan dengan menarik Y ke Pengadilan Tinggi. 


"Hakim Y telah ditarik ke pengadilan tinggi sambil menunggu hasil pemeriksaan Bawas MA," ujar Andi.


Berdasarkan informasi, hakim Y membawa dua perempuan ke rumah dinasnya pada Kamis (17/1) tengah malam. Warga yang curiga lalu menggerebek Y pada Jumat (18/1/2019) dini hari. Hakim Y lalu diproses oleh atasannya. 

 

Tak hanya MA dan Pengadilan Tinggi (PT) yang menyoroti Hakim Y. Komisi Yudisial (KY) pun sangat menyayangkan kelakuan hakim Y yang mencoreng lembaga peradilan. 


"KY prihatin atas peristiwa tersebut karena masih ada hakim integritasnya tidak mencerminkan dia sebagai penegak hukum dan keadilan dan sebagai hakim," kata Ketua KY Jaja Ahmad Jayus, Jumat (18/1/2019).


Jaja mengatakan hakim seharusnya bisa menjadi teladan bagi warga untuk menjunjung norma adat maupun agama. Kelakuan hakim berinisial Y yang membawa dua perempuan ke rumah dinasnya apalagi dia sudah beristri, dikatakan Jaja, sangat mencoreng nama baik lembaga peradilan.


"Ya harus tegas sanksinya, pecat. Yang begini-begini mah melanggar kode etik, norma agama. Kemudian pencemaran lembaga, oleh masyarakat digerebek itu sangat memalukan betul, aparatur hukum digerebek," tuturnya. 


Jaja menuturkan pihaknya juga akan menerjunkan tim untuk melakukan investigasi terhadap kasus ini.


"Nanti KY akan turun, tadi saya sudah minta ke bagian investigasi supaya secepatnya melakukan penelusuran data tentang kebenaran info ini dan mungkin KY harus turun," pungkasnya.

 

loading...