Miris! Dua Perkampungan di Area PLTU Jeneponto Belum Teraliri Listrik

Tidak ada solusi dari PLN

Miris! Dua Perkampungan di Area PLTU Jeneponto Belum Teraliri Listrik
Kondisi tiang listrik di Lingkungan Ujung Bori dan Lingkungan Kalerungan, Kelurahan Pantai Bahari, Jeneponto. (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Indonesia memiliki target untuk memberikan penerangan atau listrik kepada seluruh warga negara pada tahun 2020 atau rasio elektrifikasi 100 persen.


Namun, dari target yang dicanangkan tersebut, masih banyak daerah yang belum mendapatkan pasokan listrik secara merata. Kondisi itu terjadi di Lingkungan Ujung Bori dan Lingkungan Kalerungan yang berada di Kelurahan Pantai Bahari, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan.


Hal ini berbanding terlihat miris, padahal ada 2 perusahaan pembangkit listrik di Kabupaten Jeneponto yakni PLTU Punagayya yang berada di Kelurahan Pantai Bahari, serta PLTB Tolo. Kedua perusahaan ini seharusnya bisa memenuhi pasokan listrik masyarakat.


Menurut Lurah Pantai Bahari, Muhammad Nasir, selama ini lingkungan Ujung Bori dan Lingkungan Kalerungan masih kekurangan pasokan listrik.


"Selama ini kedua lingkungan tersebut belum mendapatkan pasokan listrik secara penuh oleh PLN apalagi kedua kampung tersebut berdekatan dengan PLTU punagaya dengan PLN," ujarnya kepada wartawan, Senin (31/5/2021).

Dia bilang, bahwa kurangnya pasokan listrik selama ini sangat merugikan warga karena merusak peralatan elektronik mereka.


"Selama kurangnya pasokan yang dialami oleh kedua kampung tersebut, warga sekitar mengeluh dengan kerusakan elektronik mereka seperti TV maupun kulkas mereka, akibat tegangan yang naik turun," jelasnya.


Nasir menjelaskan beberapa tiang listrik sudah berdiri pada dua kampung tersebut sejak beberapa tahun silam. Namun, belum ada tanda-tanda akan dikerjakan kembali. 


Menurutnya, beberapa rumah di kampung itu bisa teraliri listrik karena mengambil listrik dari tetangga kampung.


"Sebanyak 40 tiang listrik sudah lama berdiri dari beberapa tahun lalu. Namun, belum ada tindak lanjut dari pihak PLN. Aliran yang dinikmati kedua kampung itu hanya bersumber dar aliran kabel hitam ke rumah-rumah yang berasal dari Pallengu walau pun itu berasal dari PLN rayon Bangkala akan tetapi masih sangat kurang," ungkapnya.


Pihaknya sudah melakukan upaya untuk mencari solusi dan bertemu dengan pihak PLN Jeneponto. Namun, hingga saat ini belum ada solusi.


"Kami sudah melakukan upaya untuk mencari solusi dan bertemu secara langsung dengan pihak PLN Jeneponto pada tahun 2019. Namun, belum ada solusi hingga saat ini. Bahkan PLN mengaku akibat pandemi dan belum ada pemenang tender sehingga belum ada tindak lanjut, ia pun mengaku jika belum ada pemenang tender, kok bisa dibangun tiang listrik hingga penerimaan pendaftaran meteran kepada masyarakat," tambahnya.


Sementara itu, Kepala PLN Jeneponto Yusran mengatakan, jika selama ini ia sudah melakukan upaya atau mencari solusi bagi warga yang berada di Kelurahan Pantai Bahari.


"Sejauh ini kami sudah melakukan pertemuan ke pihak PLN Bulukumba serta PLN Makassar guna mencari solusi dengah hal tersebut," ungkapnya. 


"Kami sering melakukan pengusulan kepada PLN Bulukumba dan Makassar, namun, jawaban mereka hanya disuruh menunggu saja hingga saat ini. Selain itu, akibat pandemi ditahun 2020 menjadi kendala utama," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/B