Minyak Goreng Langka di Torut, Dedy: Kita akan Pasar Murah

*Sulit ditemukan di pasar tradisional maupun mini market

Minyak Goreng Langka di Torut, Dedy: Kita akan Pasar Murah
Antrian pembelian minyak goreng pada salah satu mini market di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Kamis (10/3/2022). (KABAR.NEWS/Febriani)






KABAR.NEWS, Toraja Utara - Kelangkaan minyak goreng juga terjadi di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Minyak curah tidak tersedia di pasar tradisional maupun mini market. Jika ingin membeli, masyarakat harus bersedia mengantri cukup lama.


Epi, seorang ibu rumah tangga yang ditemui KABAR.NEWS pada Kamis (10/3/2022) di mini market Rantepao, mengaku sangat resah dengan kelangkaan minyak goreng. Dia berharap perhatian pemerintah agar masalah ini bisa diatasi atau minimal diberikan solusi. 


"Kita sangat kesusahan dengan minyak goreng yang langka ini, kalaupun ada harganya sangat naik drastis, semoga ada solusi secepatnya dari pemerintah," katanya.


Menanggapi kelangkaan minyak goreng, Wakil Bupati Torut Frederik Victor Palimbong mengatakan pemerintah akan melakukan operasi pasar atau inspeksi mendadak (sidak)  ke sejumlah toko, penyuplay serta distributor dengan melibatkan instansi terkait dan juga TNI-Polri.


"Selama ini kita belum sidak masih sebatas memantau, namun ke depan diusahakan segera sidak. Dan juga akan kerja sama Bulog untuk mengadakan operasi pasar," ujar Dedy sapaan Frederik Victor Palimbong saat dihubungi KABAR.NEWS, Kamis.


Dedy mengungkapkan pemerintah juga akan bekerja sama dengan Bulog menggelar pasar murah minyak goreng. Dan TNI/Polri akan ikut memantau supply dan distribusi minyak goreng sekaligus mencegah penimbunan.


Sementara itu, Ketua Komisi 2 DPRD Torut Stefanus Mangatta mendesak pemerintah untuk turun tangan memberikan solusi terkait kelangkaan minyak goreng. 


"Sangat perlu melakukan operasi pasar dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor atau penyuplay dan toko serta pasar yang ada di Torut," kata Stefanus.


Penulis: Febriani/A