Skip to main content

Minim Pemecah Ombak, Ruang Sekolah di Pulau Pangkep Ambruk

Abrasi
Pelajar di SMPN 14 Satap, di Pulau Lamputang, Desa Mattiro Dolangen, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, nampak mengangkat meja di ruangan yang ambruk akibat abrasi.(Kabar.News/ist)

KABAR.NEWS, PANGKEP -  Warga di Pulau Lamputang, Desa Mattiro Dolangen, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, kini mulai merasa was-was. Sebab, abrasi laut kian mengikis lahan pemukiman warga, termasuk bangunan sekolah.

 

Setidaknya, sudah ada bangunan sekolah yang terkena dampak abrasi. Seperti yang terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 14 Satap, di pulau tersebut. Lantai ruang kerja kepala sekolah ambruk sekitar 10 Meter akibat abrasi laut.


Kepala Sekolah SMPN 14 Satap Liukang Tupabbiring, Yemba S.pd, mengatakan, ambruknya lantai ruang kerjanya itu ambruk terjadi pada subuh hari, Selasa (14/01/2020).


"Tadi subuh kejadiannya. Abrasi hingga mengakibatkan ambruk pada lantai ruangan kerja saya. Sekitar 10 meter ambruk lantainya, untung saja tidak ada korban," katanya.


Lanjut diungkapkannya, penyebab terjadinya abrasi ini, lantaran tidak adanya tanggul pemecah ombak di bagian utara bangunan sekolah. Sementara lokasi bangunan sekolah berada di pinggir laut. 


"Adaji tanggul pemecah ombak di bagian timur dekat dermaga. Tapi, di bagian utara sisi sudut bangunan sekolah kami tidak ada sama sekali tanggul pemecah ombak. Kami harap ada tanggul pemecah ombak dibangun nantinya di bagian itu," jelasnya.


Penulis : SAHARUDDIN/B
 

 

loading...