Skip to main content

Meski Sudah Dicoret KPU, Bawaslu Masih Temukan WNA Masuk Dalam DPT Pemilu

Pemilu 2019
Ilustrasi.


KABAR.NEWS, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI ternyata masih menemukan setidaknya 52 data e-KTP Warga Negara Asing (WNA) yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Hal tersebut diungkapkan oleh Komisioner Bawaslu RI Mochammad Afifuddin. 


Afif sapaan akrabnya mengaku meski KPU RI telah mencoret 174 data WNA dari DPT, ternyata berdasarkan hasil penyisiran yang dilakukan Bawaslu masih menemukan adanya WNA yang masuk dalam DPT. Afif mengatakan total temuan saat ini sebanyak 210 data.


Baca Juga:


"Iya (ada penambahan) pokoknya totalnya 210, awalnya 158 sekarang jadi 210 penambahan 52," paparnya dikutip dari detikcom, Rabu (13/3/2019).


Afif mengatakan, saat ini data tersebut tengah dilakukan penyisiran dan pencocokkan bersama KPU dan Dukcapil. Menurutnya tidak semua data dari Bawaslu sama dengan 101 data yang telah dicoret oleh KPU. 

 

"Kita duduk bareng, jadi termasuk data kita yang pernah kita rilis, itu tidak semuanya ada di 101 atau 103-nya KPU. Artinya potensi ini bisa bertambah," tuturnya.


"Pengecekan ini dilakukan, yang penting bagaimana data WNA tersebut apakah masuk 101 atau tidak ini dibersihkan. Itu yang dari kemarin dari sore sampai magrib, jajaran tim teknis kita sudah bertemu dengan Dukcapil, ke KPU," sambungnya. 


Afif mengatakan data e-KTP WNA yang ditemukan berdasarkan hasil verifikasi faktual. Kemudian data ini dicocokkan untuk dibersihkan dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu.


"Kita temukan faktualnya karena DPT inikan sifatnya faktual, tidak data-data yang ada di laptop atau komputer. Data tersebut masih bisa salah ketika misalnya tidak dilakukan verifikasi, kemudian itu dibawa ke forum bersama untuk dibersihkan. Bawaslu, Dukcapil dan KPU punya forum bersama untuk membersihkan data data orang TMS," kata Afif. 


Diketahui, KPU juga telah mencoret 174 data WNA dari DPT. Dengan rincian 101 data WNA dari Dukcapil dan 73 data temuan KPU.
 

 

loading...