Mesin Rusak, Cerita Nelayan Jeneponto Terombang-ambing di Lautan

Nelayan Jeneponto, Lahado sempat dinyatakan hilang saat melaut mencari ikan.

Mesin Rusak, Cerita Nelayan Jeneponto Terombang-ambing di Lautan
Nelayan Jeneponto, Lahado yang sempat dinyatakan hilang saat melaut mencari ikan. (Foto: KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS. Jeneponto - Seorang nelayan asal Jeneponto, Sulawesi Selatan, Lahado (60) akhirnya ditemukan setelah hilang saat melaut. Lahado ditemukan di perairan Desa Tino, Kecamatan Tarowang, Jeneponto, pukul 09.00 Wita, Selasa (23/3/2021). 

Lahado menceritakan kejadian hingga dirinya sempat dinyatakan hilang saat pergi melaut. Sebelumnya, ia memancing dan bertemu dengan nelayan lainnya.  

"Di tengah laut kemarin itu sekitar jam 11.00 Wita, saya tarik itu jaring dan dapat dua ekor ikan. Saya ketemu dengan dua perahu tiga orang, dia bilang ke saya, ikan apa itu, saya bilang ikan," ujarnya saat ditemui KABAR.NEWS di rumahnya.

Namun nahas, saat hendak kembali ke daratan, kapalnya mengalami kerusakan mesin. Ia sempat mencoba untuk memperbaiki mesinnya, namun gagal. 

"Saya buka itu bloknya ternyata yang di dalam trompet burung-burungnya patah dua-duanya. Saya bilang ini sudah tidak bisa diperbaiki lagi," kata dia. 

Melihat kondisi mesinya rusak, ia kemudian memasang tenda agar dirinya terhindar sengatan matahari maupun hujan. Ia mengaku pasrah di mana dirinya akan terdampar.

"Saya pasang tenda, perahu ini jalan. Saya bilang dalam hati ku, kalau saya tiba di Bulukumba tidak apa-apa, Bantaeng juga tidak apa-apa. Saya pasrah saja yang penting saya tiba di daratan," kata dia. 

Selama terapung di lautan, Ia mengaku terpaksa tidur di atas perahu. Keesokan harinya, dirinya mencoba mendayung perahunya dan beruntung bertemu dengan nelayan lain. 

"Saya lihat perahu dan saya panggil. Saya bilang sama nelayan itu, tolong tarik perahu saya sampai di Bungeng," katanya.

Usai dibantu nelayan lainnya, dirinya akhirnya bertemu dengan rekannya bernama Saini. Dari pertemuan tersebut, akhirnya dirinya bisa pulang dan berkumpul dengan keluarganya. 

Penulis: Akbar Razak/B