Skip to main content

Merusak Jalan, Polisi Didesak Tutup Tambang Tanah Liat di Pangkep

Aktivitas Tambang Tanah Liat di Pangkep Rusak Jalanan dan Cemari Lingkungan
Truk pengangkut material tanah liat melintas di Kampung Bulukumba di Desa Bulu Tellue, Kecamatan Tondong Tallasa Pangkep yang rusak akibat aktivitas tambang. (KABAR.NEWS/Tajuk)

KABAR.NEWS, Pangkep - Aktivitas mobil truk tambang tanah liat dan pasir silica yang mengangkut material melalui jalan utama poros Tondong Tallasa, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, dikeluhkan masyarakat.




Keluhan itu disebabkan karena saat musim hujan, warga harus berhati-hati saat melalui jalanan utama karena tertutup lumpur yang sangat tebal, dan saat musim kemarau warga harus menerima polusi debu akibat aktivitas penambangan pasir tersebut.


Haspar seorang warga Desa Bulu Tellue, mengatakan jika kondisi ini telah berlangsung cukup lama, dan yang paling parah ada di kampung Bulukumba Desa, Bulu Tellue.


"Kami harus berhati-hati setiap lewat, karena licin dan berbahaya, banyak lubang dimana mana," singkat Haspar, kepada KABAR.NEWS, Rabu (13/12/2018).




Diketahui, aktivitas mobil truk pengangkut material ini berasal dari tambang pasir milik pengusaha lokal asal Kabupaten Pangkep.


Sementara, Ketua Pemerhati Lingkungan Pekerja dan Pengusaha Lokal Pangkep (PLP2LP) M. Syawir mendesak pihak polisi untuk melakukan tindakan terhadap aktivitas tambang tersebut dan segera menutupnya.


a


"Kami minta agar polisi melakukan tindakan, serta menindak tegas para pelaku, tambang yang sudah merusak lingkungan di Tondong, kalau tidak kami bersama warga yang akan menutup paksa," tegas Syawir via telepone.

 

"Mereka para pengusaha seenaknya saja, dan mereka telah melanggar undang-undang pertambangan, maupun Izin tambang yang mereka miliki," tambah Syawir.


Saat ini perusahaan tambang galian C dan tanah liat itu sudah merusak sejumlah jalan jalan di Pangkep.


  • Tajuk