Skip to main content

Menpan-RB: Tahun Ini 100 Ribu CPNS Direkrut, Prioritaskan Guru

Menpan-RB: Pemerintah Rekrut 100 Ribu CPNS Tahun Ini, Prioritaskan Guru
Menpan RB, Syafruddin, saat  rapat Koordinasi Pengadaan ASN dan Perencanaan ASN tahun 2020-2024 di Hotel Bidakara, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019). (Dok. Kemenpan RB)

KABAR.NEWS, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) pada tahun ini berencana melakukan penerimaan 100 ribu Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 75 ribu pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).


Baca juga: Masyarakat Diminta Jangan Unggah Data Kependudukan di Medsos

Pernyataan itu disampaikan Menpan-RB, Syafruddin, saat rapat Koordinasi Pengadaan ASN dan Perencanaan ASN tahun 2020-2024 di Hotel Bidakara, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).


"Untuk tahun ini akan direkrut 100.000 CPNS kemudian 75 ribu PPPK. Jadi total 175 ribu untuk seluruh Indonesia," ujar Menpan-RB, Syafruddin di sela rapat tersebut.


Jumlah perekrutan 100 ribu CPNS tahun ini, karena diperkirakan ada sekitar 200.000 ASN yang akan pensiun dengan 52.000 orang di antaranya adalah guru

 

Selain itu Syafruddin menjelaskan, rapat tersebut diadakan untuk menyusun jadwal dan anggaran perekrutan, karena tidak hanya menyangkut penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di pusat tapi juga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).


Baca juga: Video Amatir: Detik-detik Erupsi Gunung Tangkuban Parahu

Perekrutan 100 ribu CPNS dan 75 ribu PPPK tahun ini, kata Syafruddin, tetap akan fokus kepada tenaga teknis profesional seperti guru dan tenaga kesehatan. 


"CPNS tetap tenaga-tenaga yang teknis profesional, tetap guru, tenaga kesehatan, kemudian tenaga-tenaga yang akan ditempatkan di kementerian, lembaga juga harus teknis profesional. Jadi tenaga administrasi tidak akan direkrut," ujar Mantan Wakapolri ini.


Perekrutan tenaga medis dilakukan mengingat masih banyaknya puskesmas di seluruh Indonesia yang mengalami kekurangan dokter. Menurut Syafruddin baru 75 persen puskesmas yang memiliki tenaga medis.


Sumber: Viva

 

Flower

 

loading...