Menko PMK Izinkan Gelar Salat Tarawih dan Idul Fitri Berjemaah

Menko PMK mengingatkan agar pelaksanaan salat Tarawih dan Idul Fitri mengedepankan protokol kesehatan.

Menko PMK Izinkan Gelar Salat Tarawih dan Idul Fitri Berjemaah
Menko PMK, Muhadjir Effendy didampingi Mensos, Tri Rismaharini dan Menaker, Ida Fauziah saat jumpa pers virtual terkait salat Tarawih dan Idul Fitri berjemaah, Senin (5/4/2021). (Foto: Capture YouTube)






KABAR.NEWS, Jakarta - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengumumkan keputusan pemerintah terkait izin salat Tarawih dan Idul Fitri di masjid. Hal tersebut diumumkan Muhadjir saat jumpa pers virtual, Senin (5/4/2021). 

Muhadjir mengatakan meski pemerintah mengizinkan salat Tarawih dan Idul Fitri di masjid, tetapi ada syarat harus dipenuhi yakni penerapan protokol kesehatan. Beberapa syarat tersebut yakni membatasi jumlah jemaah dan dikenal oleh masing-masing jemaah. 

"Protokol kesehatan harus tetap dan dilaksanakan dengan sangat ketat. Kemudian jemaahnya boleh di luar rumah, tapi dengan catatan harus terbatas pada komunitas," imbuh dia.

Muhadjir berharap jemaah dari luar komunitas tidak diizinkan bergabung. Muhadjir berharap salat Tarawih dan Idul Fitri berjemaah diupayakan sesederhana mungkin sehingga waktunya tidak terlalu panjang. Muhadjir menekankan kondisi saat ini masih darurat Covid-19.

"Ini supaya menjaga untuk tidak terjadi kerumunan konsentrasi orang, terutama pada saat sedang akan datang menuju ke tempat salat berjemaah, baik itu di lapangan atau di masjid maupun ketika saat bubar dari salat jemaah supaya dihindari betul adanya kerumunan yang terlalu besar sehingga bisa semuanya berjalan dengan aman," ucap Muhadjir.