Skip to main content

Mengintip Jejak Karir Dir Narkoba Polda Sulsel Baru

Dir narkoba
Dir Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Hermawan.

KABAR.NEWS, Makassar - Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Hermawan resmi menjabat sebagai Direktur Narkoba Polda Sulsel, setelah dilakukan serah terima jabatan Sertijab di Aula SPN Batua Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Jumat (13/4/2018) lalu.

Pria kelahiran Makassar, 30 Agustus 1971, setelah lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) langsung ditempatkan di Polda Jawa Barat. Awal karirnya di Sulawesi Selatan pada tahun 1996 dan langsung menjabat sebagai Kanit Res Intel Polsek Makassar. 

Kemudian pindah ke Polrestabes Makassar sebagai Kepala Unit Reserse Ekonomi. Setelah berkarir di Kota Makassar, pria pecinta kuliner Coto mencoba mencari pengalaman di Kabupaten dan langsung ditempatkan di Polres Jeneponto sebagai Kasat Reskrim. 

Selanjutnya, pindah sebagai Kasat Reskrim Polres Soppeng, Kasat Reskrim Polres Pinrang, kemudian kembali ke Makassar sebagai Kapolsek Mariso dan terakhir di Makassar pada tahun 2003 sebagai Kapolsek Tamalate.

Usai beberapa pengalaman di Sulawesi Selatan, Dir Narkoba Polda Sulsel ini kembali melanjutkan sekolah. Usai lulus, Hermawan ke Bangka Belitung sebagai Wakapolres Bangka dan kemudian ke Bareskrim Mabes Polri selama empat tahun.

"Di Mabes saya lebih banyak ke luar negeri karena saya menangani People Smuggling dan Trafficing Inperson," jelas Kombes Pol Hermawan, kepada KABAR.NEWS, Sabtu (14/4/2018) malam.

Pria penikmat kopi ini juga, setelah pulang balik dari luar negeri, kembali ditempatkan di Polda Metro Jaya sebagai Kasat Cybercrime. Kemudian menjadi Kasat Narkoba Polres Tangerang Kota dan lanjut ke Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan.

Tak lama, Hermawan kembali diberikan kepercayaan sebagai Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Metro dan selanjutnya ke Itwasum Inspektorat untuk jabatan mantap AKBP atau persiapan naik pangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes).

"Saya naik Kombes di Badan Narkotika Nasional (BNN). Dan saya di BNN selama 1,6 tahun," tambahnya.

Melihat tingginya penggunaan dan peredaran narkoba di Sulawesi Selatan, sehingga BNN menugaskan khusus Kombes Pol Hermawan untuk menduduki Direktur Narkoba Polda Sulsel.

Menurut Hermawan, berdasarkan data prevelensi di Sulawesi Selatan untuk pengguna narkoba cukup banyak sehingga patut menjadi perhatian khusus. Untuk pengguna atau korban harus dilakukan rehab sedangkan untuk pengendar atau bandar wajib dilakukan penindakan penahanan.

"Pencandu atau korban itu sesuai pasal 54 UUD 35 tahun 2009, wajib dilakukan rehab. Artinya ini pemerintah menginginkan bahwa pecandu atau korban tadi untuk ditolong bukan dilakukan penahanan, karena penahanan bukan solusi sebenarnya," ungkap mantan Kasubdit Bantuan Hukum Badan Narkotika Nasional (BNN) ini.

  • Lodi Aprianto