Skip to main content

Mencuri, Wanita 'Open BO' MiChat di Makassar Ditangkap Polisi

Pelaku
Kedua pelaku,Ihsan dan Desi, saat berada di Mapolsek Panakkukang. (Kabar.News/Reza)

KABAR.NEWS, MAKASSAR - Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Panakukkang mengungkap kasus pencurian dengan modus operandi baru. Yakni dengan menggunakan aplikasi media sosial (medsos) MiChat.


Dalam kasus ini, sepasang suami istri (pasutri) di Kota Makassar ditangkap polisi. Laki-lakinya bernama Ihsan (22), sementara wanitanya bernama Elsera alias Desi (22). 


Keduanya ditangkap usai mencuri barang berharga korbannya. Wanita bertato di dadanya itu memancing calon korbannya dengan menawarkan jasa seks komersial via aplikasi MiChat.


Setelah status 'Open BO' wanita tersebut sukses menggaet pria hidung belang, di situlah aksinya dilancarkan. Seperti yang menimpa salah seorang pria hidung belang di salah satu wisma di Jalan Hertasning, Kecamatan Panakkukang, Selasa (14/1/2020) dini hari tadi.


Menurut Kepala Polsek Panakkukang, Kompol Jamal Fatur Rakhman,  modus operandi yang dilakukan kedus pelaku ini merupakan modus pencurian baru.


"Jadi korban berkomunikasi dengan pelaku melalui aplikasi MiChat untuk melakukan hubungan seksual. Kemudian korban dan pelaku (Desi) bertemu di wisma tersebut. Ketika di dalam kamar korban buang air kecil di toilet, pelaku langsung melakukan aksi pencuriannya dengan mengambil uang dan handphone, langsung kabur," jelasnya saat ditemui di Mapolsek Panakkukang.


 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kabar News (@kabarnews) on


Kompol Jamal menambahkan, aksi pencurian tersebut memang sudah direncanakan. Saat kabur, Desi dijemput oleh suaminya, Ihsan, menggunakan mobil. 


"Jadi si perempuan ini yang melakukan aksi pencurian terhadap barang berharga korban. Kemudian yang pria (Ihsan) ini menjemput kemudian kabur. Pengakuannya mereka suami istri, nikah sirih," jelasnya.


Dalam kasus ini, barang bukti yang diamankan pihak kepolisian yakni 1 unit smartphone, uang tunai, dan satu unit mobil yang digunakan pelaku untuk kabur.


"Kami akan dalami modus operandinya ini. Untuk pasal yang dikenakan yakni 363 KUHPidana dengan ancaman 7 tahun kurungan penjara," tutupnya.


Penulis: Reza Rivaldy/A
 

 

loading...