Menag Yaqut Cholis Ingatkan Penyaluran Zakat Utamakan Prokes

Menag mendorong pembayaran zakat fitrah dilakukan dengan elektronik channel.

Menag Yaqut Cholis Ingatkan Penyaluran Zakat Utamakan Prokes
Menteri Agama, Yaqut Cholil Choumas (kiri).






KABAR.NEWS, Jakarta - Menteri Agama, Yaqut Cholis Qoumas mengingatkan kepada pengelola zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) untuk mengutamakan protokol kesehatan saat penyalurannya. Hal itu disampaikan, karena Menag Yaqut tidak ingin munculnya kerumunan saat pembayaran dan penyaluran zakat.

Yaqut menyebut jajarannya akan mengawasi penerapan protokol Covid-19 dalam pembagian zakat fitrah. Yaqut mengungkapkan pihaknya juga akan memaksimalkan pelayanan elekronik channel untuk muzaki atau orang membayar zakat. 

"Jadi pembayaran zakat bisa dilakukan melalui electronic channel. Sehingga muzaki tidak perlu datang secara fisik," ujarnya dikutip dari detik.com, Senin (3/5/2021). 

Lebih lanjut, Menag juga menyampaikan kebijakan terkait pelaksanaan takbiran dan salat Idulfitri. Yaqut mengatakan tidak perlu dilakukan takbiran keliling untuk mencegah penularan Covid-19.

Yaqut menyebut takbiran cukup dilakukan di masjid atau musala setempat dengan memperhatikan protokol kesehatan atau dilaksanakan secara virtual. Sementara, salat Idulfitri diperkenankan untuk dilaksanakan pada daerah dengan zona hijau atau kuning.

"Kebijakan ini sudah kami tuangkan dalam Surat Edaran Nomor 04 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1442 H," ucap Yaqut.

Yaqut berharap kebijakan ini dapat menjadi panduan bagi perangkat daerah dan aparat keamanan untuk melakukan penindakan jika terdapat pelanggaran protokol kesehatan.

"Kebijakan ini hanya akan jadi macan kertas bila mana tidak ada penegakkan di lapangan. Karenanya kami berharap kerja sama pemerintah daerah serta aparat keamanan untuk melakukan penindakan bila terjadi pelanggaran," ujar Menag.

Yaqut juga meminta seluruh jajaran Kemenag di daerah untuk melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 di daerah masing-masing.

"Khususnya untuk memantau protokol kesehatan pada setiap kegiatan peribadatan yang dilakukan umat," ucapnya.