Skip to main content

Megawati Teringat Kenangan Pemilu 1997: Hak Saya untuk Dipilih Ditiadakan

Megawati
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat orasi politik di peringatan HUT PDIP ke-46 di JI Expo, Kamis (10/1/2019).


KABAR.NEWS, Jakarta - Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan kenangan pada Pemilu 1997 di depan kader PDIP saat HUT PDIP ke-46 dan Rakornas di Jakarta Internasional Expo, Kamis (10/1/2019). 

 
Pada Pemilu 1997 lalu, Megawati mengingat betul saat hak politiknya saat Pemilu 1997 lalu disunat oleh pemerintah Orde Baru (Orba). 
Baca Juga:


“Pada waktu itu, 97 (1997) ada pemilu, saya tidak pernah lupa. Beberapa hari sebelum pencoblosan saya didatangi dari pemerintah mengatakan ke saya, hak saya untuk dipilih ditiadakan, tetapi saya diizinkan untuk memilih,” kenangnya. 


Pada waktu itu, kata Megawati, dirinya bingung atas pernyataan pemerintah tersebut. Ia bertanya mengapa dirinya tak boleh dipilih, dan hanya boleh memilih. Akhirnya, putri dari proklamator RI Sukarno ini mencoba menerima dan mengabarkan hal itu secara terbuka kepada kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI).


Tak hanya itu, pada saat hari pencoblosan, dirinya tidak bisa datang karena berada di Blitar, Jawa Timur (Jatim) untuk menghadiri pemakaman kerabatnya. Namun, penyelenggara pemilu tetap meminta dirinya agar menggunakan hak memilih.


“Selama penguburan saya tetap ditunggu. Dulu belum KPU, (masih) LPU, diminta untuk tetap coblos di Blitar. Tetapi tidak mungkin karena harus mengantar ke makam,” kata Megawati.


Pada pemilu 1997 tersebut, sambung Megawati, ia mendapatkan kabar bahwa warga PDI pun melakukan ‘drama perlawanan’ tak mau menggunakan hak pilih.


“Jadi di tempat kami, PDI di tempat-tempat coblos itu turun drastis. Malah di satu tempat hanya dua suaranya. Bukan sedih, warga PDI bersorak-sorai,” ujarnya.


Tak ingin hal tersebut terulang, Megawati meminta dan menegaskan kepada seluruh kader PDIP untuk solid di Pemilu 2019 dan memenangkan usungan partai yakni Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres. 


"Jika PDIP menang kembali dan Pak Jokowi terpilih kembali sebagai presiden RI pada pemilu 17 April 2019, kalian siap? Pantang mundur? Yakin? Pak Jokowi jadi lagi? Yakin Pak Jokowi jadi lagi?" tegasnya. 


Pelaksanaan Pemilu yang tersisa 97 hari lagi, Presiden RI kelima ini menekankan kemenangan pada 2019 bukan semata kemenangan PDIP. Tapi, diklaimnya harus menjadi kemenangan rakyat Indonesia.


"Partai ini harus menang, Pak Jokowi harus terpilih lagi sebagai presiden. Maka jangan bertengkar karena perebutan kursi, remeh temeh, jangan saling sikut, singkirkan metode konflik, enyahkan hasrat devide et impera," tegasnya. 


Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh kader PDI Perjuangan untuk terus bergerak melakukan pemenangan dengan terus membangun sikap optimis. Jokowi berharap sikap optimis dibangun dalam melangkah agar negara Indonesia menjadi lebih maju.


"Oleh sebab itu, kita tidak boleh berhenti bergerak. Kita harus bergotong royong memperkuat persatuan kita. Kita harus bergotong royong membumikan Pancasila, untuk bergerak bersama menjadikan Indonesia adil makmur sejahtera," ujar Jokowi.


Menurut Jokowi, aset terbesar bangsa Indonesia adalah kerukunan, persatuan dan persaudaraan. Maka dari itu Pancasila harus dibumikan. Ini sesuai cita-cita Bung Karno, Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri atau berdikari.


"Kita semuanya harus bersama sama mewujudkan Indonesia berdikari, berkepribadian, bermartabat di dunia yang duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan bangsa lain," pungkasnya.

 

loading...