Mayat Perempuan Berbaju Merah Kejutkan Warga Bontoala Makassar

- Ditemukan penjual nasi kuning

Mayat Perempuan Berbaju Merah Kejutkan Warga Bontoala Makassar
Proses evakuasi mayat perempuan di Antang Makassar.






KABAR.NEWS, Makassar - Warga Jalan Sunu, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, dikejutkan atas penemuan mayat perempan dalam kamar rumah kontrakan yang tidak jauh dari markas Kepolisian Sektor (Polsek) Bontoala.


Jasad perempuan itu ditemukan pertama kali oleh seorang penjual nasi kuning bernama Nurhayati (52), mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 08.30 Wita, Jumat (6/11/2020).


"Pada saat diintip, dikira masih tidur karena posisi terlentang. Akhirnya didobrak, sudah terbujur kaku tidak bernyawa," kata Kapolsek Bontoala, Kompol Andryani Lilikay kepada wartawan di lokasi.


Penemuan jasad perempuan yang mengenakan kaos berwarna merah muda itu, berawal dari kecurigaan tetangga kosnya, lantaran sejak malam hari lampu kamar sang wanita menyala hingga pagi dan pintu  kamar SR masih terbuka lebar.


"Situasi kamar berantakan. Kalau yang masalah penyebab meninggalnya masih menunggu pemeriksaan Inafis dan Dokpol," ujar Adriany.


Polisi telah memeriksa sejumlah saksi terkait penemuan mayat tersebut. Termasuk dua tetangga kamar kost SR dan pedagang nasi kuning yang pertama kali menemukan mayat perempuan itu. 


SR diketahui merupakan karyawati swasta di salah satu unit usaha kecil menangah di Kecamatan Bontoala. Setelah bekerja beberapa lama, SR keluar dan dipekerjakan oleh warga setempat. Termasuk membantu tetangganya untuk berdagang.


"Kerja dipenjual nasi kuning, sebelum kerja dipenjual parfum. Korban sudah punya suami hanya belum punya anak dan tinggal sendiri," jelas Adriany.


Jasad SR telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk diperiksa lebih lanjut. Namun, setelah berkoordinasi, pihak keluarga SR menolak proses autopsi. Jenazah kemudian dikembalikan ke keluarganya.


Adriany menambahkan, pihaknya saat ini masih menyelidiki lebih lanjut sebab utama tewasnya SR. Terlebih dalam proses penyelidikan awal, petugas menemukan obat. 


"Mereka (anggota) amankan obat entah jenis apa. Kita tunggu hasilnya. Kita belum bisa simpulkan motifnya," tandas Adriany.


Penulis: Reza Rivaldy/B