Masuk Hutan, Logistik Pilkada Pangkep Harus Diboceng Motor

Agar logistik bisa sampai ke dalam kawasan diklat Tabo-tabo, petugas harus menggunakan sepeda motor, karena akses jalan yang sulit dilalui oleh kendaraan roda empat.

Masuk Hutan, Logistik Pilkada Pangkep Harus Diboceng Motor
Distribusi logistik di TPS 008 Kampung Lampaniti, Desa Tobo-tabo, Kabupaten Pangkep, Selawesi Selatan, Selasa (8/12/2020).






KABAR.NEWS, Pangkrep - Hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 sisa menghitung jam. Segala upaya dilakukan oleh penyelenggara Pemilu dan aparat, untuk menyalurkan logistik hingga bisa sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) agar masyarakat bisa menyalurkan hak suaranya untuk menetukan calon pemimpin.

Hak suara dalam menentukan pimpinan daerah untuk periode lima tahun ke depan bukan hanya untuk warga kota, tapi juga warga yang ada di wilayah pelosok sekalipun.

Tidak ada alasan untuk tidak menyalurkan logistik Pemilu meski harus menempuh medan berat. Seperti distribusi logistik di TPS 008 Kampung Lampaniti, Desa Tobo-tabo, Kabupaten Pangkep, Selawesi Selatan, Selasa (8/12/2020).

Agar logistik bisa sampai ke dalam kawasan diklat Tabo-tabo, petugas harus menggunakan sepeda motor, karena akses jalan yang sulit dilalui oleh kendaraan roda empat.

Ketua PPS Desa Tabo-tabo, Iskandar mengatakan, ada satu TPS yang berada di dalam kawasan diklat Tabo-tabo dengan jumlah daftar pemilih sebanyak 140 orang . TPS tersebut merupakan kategori rawan dari sisi geografis karena lokasinya berada di dalam kawasan Dikla Tabo-tabo yang jauh dan sulit dijangkau.

"Untuk Desa tabo-tabo ini  ada 8 TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 2.518 orang,  dari 8 TPS ini termasuk satu TPS yang ada di Kampung Lampaniti yang berada di kawasan diklat Tabo-tabo itu memerlukan perlakuan khusus dalam mendistribusikan logistik pemilu," katanya.

"Untuk menempuh ke kampung Lampaniti ini, perlu berhati-hati karena jalan yang dilalui ini berbatu, licin, apalagi jalurnya dekat pinggir jurang," sambungnya.

Sepanjang 5 kilometer harus ditempuh penyelenggara pemilu untuk mendistribusikan logistik di 8 TPS tersebut dengan menggunakan kendaraan truk logistik. Namun hanya satu TPS yang sulit dijangkau dan satu-satunya modal transportasi yang bisa menuju ke sana yakni menggunakan sepeda motor.

Untuk menuju ke TPS itu, penyelenggara pemilu dengan dikawal oleh Polisi dan TNI harus melewati jalan sempit berbatu, terjal dan licin sepanjang 5 kilometer atau biasanya ditempuh dalam waktu dua jam dengan berjalan kaki.

Pengiriman distribusi logistik ke TPS 008 yang memiliki jumlah DPT sebanyak 140 orang di Kampung Lampaniti, Desa Tabo-tabo dikawal langsung oleh Polisi dan Babinsa, serta Pengawas Kelurahan Desa ( PKD) Kecamatan Bungoro,  untuk memastikan logistik pemilu tersebut dapat didistribusikan dengan aman, tanpa mengalami hambatan selama perjalanan.

Iskandar mengatakan, partisipasi pemilih di Kampung Lampaniti cukup tinggi, meskipun beberapa warga harus menempuh jarak sekitar 5  kilometer untuk menuju TPS di kawasan hutan Diklat Tabo-tabo.

Meski berada di pelosok hutan dan akses yang jauh dari keramaian publik, lanjut dia, tak menyurutkan antusias warga untuk berbondong-bondong datang ke TPS karena kesadaran warga di kawasan tabo-tabo untuk menyalurkan hak pilihnya cukup tinggi.

Penulis : Saharuddin/A