Masalah PTS di Wilayah IX: Jual-Beli Ijazah, Fasilitas Belum Memadai

- Menurut LLDIKTI Wilayah 3

Masalah PTS di Wilayah IX: Jual-Beli Ijazah, Fasilitas Belum Memadai
Ketua LLDIKTI Wilayah 3, Prof. Jasruddin. (Dok. Wartalldikti9)












KABAR.NEWS, Makassar - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Prof. Jasruddin, mengungkapkan beberapa kendala utama lambannya perkembangan sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di wilayahnya.


Salah satunya adalah, praktik gelap jual-beli ijazah. Jasruddin mengungkapkan, masih banyak masyarakat yang ingin mendapatkan ijazah namun tidak mau mengikuti proses perkuliahan di PTS.


"Kendala yang paling besar itu adalah karena masih ada memang oknum (masyarakat) yang ingin punya ijazah tapi tidak ingin kuliah. Masyarakat kita masih ada yang ingin begitu," kata Jasruddin saat dihubungi KABAR.NEWS, Kamis (31/12/2020). (Lihat juga: Kenalkan Muthi, Mahasiswa asal Gowa Raih Beasiswa Kuliah di Amerika Serikat)


Tak hanya masyakarat, Jasruddin juga mengatakan adanya oknum di internal kampus swasta yang kadang ikut berperan melakukan hal tersebut atau dengan kata lain, menjual ijazah kepada oknum tanpa melalui proses kuliah.


"Peluang ini yang digunakan oleh oknum di dalam perguruan tinggi swasta yang tergoda dengan godaan itu jadi ada yang berkeinginan, ada juga yang mau memberikan. Itu salah satunya jadi persoalan," ucapnya. 


Infrastruktur PTS masih kurang


Jasruddin juga mengungkapkan masalah lain adalah masih banyak PTS di wilayah IX yang sarana dan prasarana belum berkembang disebabkan masalah keuangan, khususnya kampus swasta di daerah.


Jasruddin bilang, PTS di daerah memberikan biaya kuliah yang terlalu murah sehingga aspek akademik dan fasilitas pembelajaran tidak berkembang. Meski demikian, dia mengapresiasi adanya PTS yang memberikan kesempatan kepada masyarakat mengenyam pendidikan dengan biaya murah.


"Maka dengan bantuan pemerintah hari ini, dalam bentuk beasiswa apakah itu dalam bentuk UKT terutama khusus untuk KIP kuliah, itu sangat-sangat membantu perguruan tinggi swasta yang kecil di daerah untuk bisa berkembang memajukan kualitas dan daya saing. Saya kira di situ masalahnya," beber Mantan Direktur PPs Universitas Negeri Makassar (UNM) ini. (Lihat juga: Catat, Tahun 2021 Unhas Masih Kuliah Online)


Terlepas dari hal itu, Jasruddin sangat optimis kampus swasta di bawah naungan LLDIKTI Wilayah IX akan lebih baik. Dia menegaskan akan memberi sanksi kepada PTS yang melanggar.


"Kami di LLDikti (Wilayah IX) juga akan semakin berani memberikan sanksi berat kepada perguruan tinggi swasta yang melakukan pelanggaran-pelanggaran karena kenapa pemerintah sudah turun tangan membantu," tandas Jasruddin.


Diketahui LLDikti Wilayah IX membina sebanyak 230 PTS yang tersebar di 3 provinsi yakni Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara dan Provinsi Sulawesi Barat.


Penulis: Darsil Yahya/A