Malas Berkantor, Alasan Pemkot Makassar Rumahkan 204 Tenaga Kontrak

berarti per 1 Januari 2021 sudah tidak bekerja lagi.

Malas Berkantor, Alasan Pemkot Makassar Rumahkan 204 Tenaga Kontrak
Ket. Gambar: Ilustrasi Kantor Balaikota Makassar (ist)






KABAR.NEWS, MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memberikan tindakan serius pada sejumlah pegawai kontrak yang dianggap malas bekerja dan mengabaikan surat peringatan.

Hal ini menyebabkan 204 pegawai kontrak lingkup Pemerintah Kota Makassar lantas dipecat. Kepala Bidang Kinerja dan Kesejahteraan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar, Munandar mengatakan bahwa hal ini berdasarkan evaluasi kinerja tahunan. 

"Kontrak mereka berakhir di akhir tahun. Jika tidak diperpanjang, berarti per 1 Januari 2021 sudah tidak bekerja lagi. Biasanya seperti itu," ujarnya Munandar menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi, Senin (25/1/2021). 

Pegawai kontrak tersebut kata Munandar diajukan beberapa SKPD Pemkot Makassar. Selanjutnya, ia mengatakan menjadi kewenangan pihaknya memproses hasil temuan itu."Sudah ada nama yang tidak lagi diperpanjang. Itu diusulkan SKPD," imbuhnya.

Munandar mengatakan bahwa pemberhentian tersebut telah sesuai aturan. Ia menyebutkan pegawai kontrak yang diberhentikan kebanyakan bekerja di bagian umum. Terdapat juga beberapa SKPD lainnya. "Paling banyak itu di bagian umum, ada juga di SKPD. Saya kurang hafal itu," tuturnya.

Munandar juga menjelaskan, sebelum dipecat, bagian kepegawaian telah melakukan pembinaan baik langsung maupun tindakan formal seperti surat peringatan. 

Namun setelah dievaluasi, Munandar mengatakan mereka tidak mau berubah. Bahkan kata ia, tak jarang pegawai kontrak tersebut tidak melakukan tugas dengan maksimal. 

"Ada yang sampai 3 bulan tidak pernah masuk, sudah ditegur hingga tertulis tapi tetap melakukan, biasa juga pekerjaan tidak tercapai. Misalnya disuruh bikin ABC, yang dibuat hanya A atau lain. Tidak sesuai dengan petunjuk atau tidak melaporkan hasil kerjanya," keluhnya.

Sementara saat ini, kata ia terdapat sekitar 4 ribu lebih yang dipekerjakan Pemkot Makassar Munandar tidak menampik keberadaan tenaga kontrak cukup membantu kinerja pemerintah. Namun disisi lain ada juga yang kinerjanya kurang memuaskan

"Banyak memang pegawai kontrak yang terlalu nyaman. Tapi ada juga berprestasi," pungkasnya.

Penulis :Fitria Nugrah Madani/B