Malam Natal, 17 Gereja di Makassar Dijaga Penjinak Bom

- Brimob Polda Sulsel

Malam Natal, 17 Gereja di Makassar Dijaga Penjinak Bom
Anggota Detasemen Gegana Brimob Polda Sulsel saat melakukan pengecekan dan sterilisasi di Gereja Katedral Makassar, Kamis (24/12/2020) (KABAR.NEWS/Darsil Yahya)












KABAR.NEWS, Makassar - Tim Detasemen Gegana Brimob Polda Sulsel bersiaga di 17 Gereja di Kota Makassar dalam mengamankan malam dan ibadah Natal.

Danden Gegana Brimob Polda Sulsel AKBP Sahruna Nasrun mengatakan, pihaknya membagi personel dalam tiga zona yakni zona barat, zona timur dan zona tengah untuk pengamanan sejak malam ini sampai Jumat, 25 Desember besok. 


"Jadi tetap kita mengendalikan dengan ada 3 pos. Di sini zona 1 wilayah barat itu posnya berada di Katedral ini, jadi di situ tergabung Subden penjinakan Bom Subden lawan teror dan Subden KBR," kata Sahruna kepada awak media saat meninjau persiapan malam misa natal di Gereja Katedral Jalan Kajoalalido, Kamis (24/12/2020).


Adapun zona 1 wilayah barat itu berada di Gereja Katedral Jalan Kajoalalido, kemudian zona 2 berada di Gereja Katolik Maria Ratu Rosari, Kare Jalan Perintis Kemerdekaan serta zona 3 wilayah tengah itu di Jalan Tupai, Gereja Santa Maria.


"Jadi di situ kami siapkan unit-unit kami untuk sewaktu-waktu ada keadaan-keadaan genting atau keadaan-keadaan yang mendasak kami sudah siap dari detasemen Gegana," ucapnya. 


Tak hanya mengamankan perayaan Natal secara umum, Brimob juga bertugas mengawasi penerepan protokol kesehatan di semua gereja di Kota Makassar dengan menerapkan  3M (Pakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak).


"Betul termasuk kita sudah koordinasi dengan pihak gereja pada saat mungkin sebelum pelaksanaan ibadah dan inipun kelihatannya tidak seperti tahun - tahun lalu yang melibatkan jemaah yang banyak," ujarnya.


Personel Brimob Polda Sulsle juga dibagi dalam 3 unit yakni Penjinak Bom (Jibom), unit Kimia Biologi Radioaktif (KBR) serta unit Lawan Teror.


"Kita siap ini mengantisipasi 17 Gereja di Kota Makassar jadi kita bagi 3 unit penjinakan bom termasuk KBR termasuk lawan teror jadi satu unit mencover 5 sampai 6 gereja dimana 1 unit atau tim itu ada 10 personel. Sepuluh personel penjinakan bom, 10 personel dari KBR 10 porsenol lawan teror dari Gegana." tandasnya.


Penulis: Darsil Yahya/A