Skip to main content

Malam-malam, Idrus Marham Diperiksa Lagi oleh KPK

idrus marham
Menteri Sosial Idrus Marham. (DOK/KABAR.NEWS)

KABAR.NEWS, Jakarta - Malam-malam penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kembali memeriksa Menteri Sosial Idrus Marham untuk mendalami lebih jauh kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Idrus diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo. Butuh waktu 11 jam untuk penyidik mengorek informasi dari politisi Partai Golkrat itu. 

"Jadi hari ini memang sengaja saya minta bisa saya tuntaskan, saya berkali-kali dipanggil. Karena itu saya juga berterima kasih kepada penyidik karena siap melayani terhadap saya dalam rangka untuk melengkapi keterangan-keterangan yang berkembang," kata Idrus di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu malam (15/8/2018).

Saat disinggung mengenai materi pemeriksaan, Idrus enggan berkomentar. Ia mengaku seluruh keterangan yang diketahui sudah dibeberkan ke penyidik. Termasuk sejauh mana dirinya mengenal ke dua tersangka. 

"Terkait dengan tersangka saudara Johannes Budisutrisno Kotjo dan saudara Eni Maulani karena itu cukup lama karena jadi saya bilang kalau bisa diselesaikan lebih bagus, dan sekali lagi terima kasih kepada penyidik," ujar Idrus.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan KPK terhadap Eni selaku ketua Komisi VII DPR. Eni ditangkap di rumah dinas Mensos saat menghadiri acara ulang tahun anak Idrus dengan barang bukti Rp500 juta.

KPK mencium peran Idrus bersama Sofyan Basir dan Eni Saragih memuluskan Blackgold, perusahaan yang sahamnya dimiliki Johannes Kotjo, agar ikut mengerjakan proyek PLTU Riau-1. Idrus dan Sofyan mengakui mengenal Eni dan Kotjo yang kini berstatus tersangka dan mendekam di penjara.



loading...