Makassar Dapat 1.203 Kuota CPNS & PPPK, Guru-Nakes Prioritas

Guru berstatus PNS dianggap malas

Makassar Dapat 1.203 Kuota CPNS & PPPK, Guru-Nakes Prioritas
Ilustrasi CPNS (FOTO: Kabarnews/ Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Makassar - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kembali mendapatkan kuota dalam pengajuan kepegawaian, baik jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). 


Diketahui, Pemkot Makassar mendapatkan kuota sebanyak 1.203 orang yang terdiri dari 979 formasi untuk P3K dan 224 CPNS.


Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi Kepegawaian BKP SDM Kota Makassar, Kadir Masri, mengatakan tenaga guru PPPK diketahui menjadi yang terbanyak yaitu 966 orang kemudian tenaga teknis PPPK 13 orang. 


Sementara untuk CPNS, tenaga kesehatan menjadi kebutuhan terbanyak kedua yakni 204 orang, kemudian tenaga teknis PNS 20 orang.


"Kalau hasil rekonsiliasi antara Dinas Pendidikan Kota Makassar, Kemendikbud dan Kemenpan-RB itu memang masih berdasarkan rombel dan Makassar itu masih kekurangan 3 ribu guru," jelas Kadir saat dihubungi, Jumat (28/5/2021).


Kadir mengatakan, Pemkot Makassar mengajukan jumlah maksimal yakni 1.028 tenaga guru PPPK. Namun dikurangi kembali menjadi 966 setelah formasi diterima.


"Jadi mungkin ini bertahap untuk penuhi kebutuhan guru kita," jelas dia. 


Untuk kuota P3K yang lebih banyak, Kadir menjelaskan, guru PPPK dipilih lantaran dianggap lebih produktif dibanding tenaga pendidik berstatus PNS. Hal ini sudah sesuai arahan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). 


"Karena memang arahannya kepala BKN itu, ke depannya memang diminta perbanyak PPPK. Supaya betul-betul mereka. Biasanya-kan kalau orang sudah jadi PNS jadi malas-malas," imbuhnya.


Sementara, kuota terbanyak CPNS untuk Tenaga Kesehatan (Nakes) Makassar sebanyak 600-an. Hal ini berkenaan dengan pengembangan massif sejumlah puskesmas yang menyebabkan kebutuhan Nakes kemudian membengkak.


"Selain itu cukup banyak yang pensiun dan memerlukan pengganti," pungkasnya.


Penulis: Fitria Nugrah Madani/B