Makassar Banjir, Ratusan Orang Mengungsi di Masjid

Terparah di Kecamatan Biringkanaya dan Manggala

Makassar Banjir, Ratusan Orang Mengungsi di Masjid
Sejumlah anak bermain air saat banjir melada Perumahan Nasional (Perumnas) Antang blok 10, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Senin (21/12/2020). (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Makassar - Ratusan warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan terpaksa tinggal sementara di masjid-masjid, akibat banjir yang merendam rumah mereka.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Muhammad Rusly mengatakan, sekitar 700 warga yang mengungsi ini tersebar di Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Manggala. (Lihat juga: FOTO: Banjir Rendam Blok 10 Perumnas Antang Makassar)


Kata Rusly, tim gabungan melakukan evakuasi sejak Sabtu (19/12/2020). Para warga saat ini sementara mengungsi di beberapa masjid sekitar tempat tinggal mereka yang tidak terkena banjir.


"Yang kita evakuasi ada sekitar 700 orang dan sekarang tersebar di beberapa masjid, untuk tinggal sementara," ujar Rusly kepada wartawan. Senin (21/12/2020).


Wilayah yang paling parah terendam air ada di BTN Kodam III di Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya. Adapun Kecamatan Manggala, wilayah banjir paling parah berada di Romang Tangaya dan Perumnas Antang blok 8 dan blok 10.


Ketinggian air di perumahan ini bahkan hingga dada orang dewasa. Rusly menyebut bahwa daerah ini sudah menjadi langganan banjir lantaran berdekatan dengan hulu sungai.


"Dari Kodam III itu airnya dari sungai Maros sementara di Romang Tangaya itu sungai dari Kabupaten Gowa. Air yang meluap ini berlanjut sampai blok 8 dan blok 10 (perumnas Antang)," ungkap Rusly.


Menurut dia, sejauh ini belum ada warga yang mengalami sakit akibat banjir. Warga terdampak banjir juga sudah sigap lantaran setiap tahunnya banjir di wilayah itu terus terjadi. (Lihat juga: Sebab Banjir di Makassar versi Walhi: Curah Hujan Hanya Dalih)


"Warga kita ungsikan ke masjid atas permintaan sendiri," ucap Rusly.

Sampai saat ini, air yang merendam rumah warga belum surut. Hingga Senin pukul 19.00 WITA, sejumlah wilayah di Makassar masih diguyur hujan dengan intensitas cukup rendah dibanding beberapa hari sebelumnya.


"Ada sekitar 60 personel BPBD yang turun dalam mengevakuasi warga. Saat mengevakuasi, sejauh ini tidak ada kesulitan yang dialami tim," tandas dia.

Penulis: Reza Rivaldy/B