Mahasiswa Tagih Janji Kapolrestabes Makassar Tuntaskan Kasus Penyerangan Sekret PB IPMIL Raya

Sudah empat bulan tanpa kejelasan

Mahasiswa Tagih Janji Kapolrestabes Makassar Tuntaskan Kasus Penyerangan Sekret PB IPMIL Raya
Aksi unjuk rasa PB Ipmil Raya di depan Mapolda Sulsel, Kota Makassar, Kamis (19/8/2021). (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Makassar - Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (PB IPMIL) Raya mendesak Polrestabes Makassar menuntaskan kasus penyerangan sekretariat mereka menggunakan bom molotov yang terjadi pada April 2021.


Desakan itu disampaikan saat ratusan massa dari PB Ipmil Raya menggelar aksi unjuk rasa (unras) di Mapolda Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Kamis (19/8/2021).


Jenderal Lapangan Hariandi dalam orasinya mengatakan, hingga saat ini belum ada kejelasan dan tindak lanjut mengenai siapa otak di balik penyerangan Sekretariat PB Ipmil Raya di Jalan Kijang nomor 65, Makassar.


Hariandi menilai, janji Kapolrestabes Makasaar Kombes Pol Witnu Urip Laksana untuk menuntaskan kasus ini hanya omong kosong belaka. Pasalnya, insiden tersebut sudah berlalu 4 bulan lamanya.


"Sebelumnya kami telah bersabar dan mempercayai janji Kapolrestabes Makassar Bapak Witnu akan bersunggu-sunggu menyelesaikan kasus ini, namun ternyata semua itu hanya omong kosong belaka," ucap Hariandi yang juga Sekretaris Jenderal PB Ipmil Raya dalam keterangan tertulis.


Hariandi juga meminta agar Polda Sulsel segera mengambil kasus ini untuk diselesaikan. Mereka menilai tidak profesional menangani kasus tersebut.


"Kami menganggap Kapolrestabes Makassar tidak layak dan tidak becus jadi kami meminta kepada Kapolda Sulsel untuk menyelesaikan masalah ini dan mencopot Kapolrestabes makassar dari jabatannya," tutup Hariandi.


Penyerangan Sekretariat PB Ipmil Raya menggunakan bom molotov mengakibatkan satu sepeda motor terbakar. Motif penyerangan tersebut hingga saat ini belum diketahui.