Mahasiswa Ancam Nginap di DPRD Jeneponto, Ratusan Aparat Disiagakan

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Jeneponto Menolak (Gejolak) kembali menggelar aksi unjukrasa terkait pengesahan Omnibus Law, Kamis (22/10/2020) siang hari ini. Aksi tersebut akan dipusatkan di depan Gedung DPRD Jeneponto .

Mahasiswa Ancam Nginap di DPRD Jeneponto, Ratusan Aparat Disiagakan
Ribuan mahasiswa menggelar aksi demo tolak Omnibus Law Cipta Kerja di DPRD Jeneponto.(Kabar.News/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, JENEPONTO - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Jeneponto Menolak (Gejolak) kembali menggelar aksi unjukrasa terkait pengesahan Omnibus Law, Kamis (22/10/2020) siang hari ini. Aksi tersebut akan dipusatkan di depan Gedung DPRD Jeneponto .

Massa mengancam akan menginap di Gedung DPRD Jeneponto, jika tuntunan dari mereka tak dipenuhi para wakil rakyat. Ancaman itu dilontarkan oleh jenderal lapangan (Jendlap) aksi, Edi Subarga, saat dikonfirmasi. 

"Teman-teman berencana untuk tinggal beberapa hari di depan gedung DPRD Jeneponto hingga tuntutan tercapai," ujar Edi Subarga. 

Kata dia, massa akan menginap di depan pagar gedung DPRD Jeneponto selama beberapa hari."Begadang di depan pagar kantor DPRD Jeneponto," katanya. 

Meski begitu, Edi mengakui jika estimasi massa kali ini dipastikan berkurang dari sebelumnya. Pasalnya, massa akan saling bergantian untuk menginap di kantor dewan selama beberapa hari."Tapi jika sebelum malam, tuntutan kami telah terpenuhi maka kami akan pulang dengan tertib," tukasnya.

Sementara, Polres Jeneponto telah menyiapkan ratusan personel untuk mengamankan aksi unjukrasa yang akan dilakukan oleh emahasiswa dalam menuntut penolakan pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja. 

Kasubbag Humas Polres Jeneponto,  AKP Syahrul mengatakan, total 396 personel gabungan diterjunkan hari ini. Rincianya, polisi 246 personel, TNI 50 personel, satpol pp 50 personel, dan dishub 50 perseonel.

"Untuk pelibatan personel pengamanan hari ini di wilayah Jeneponto berjumlah 396 personel. Terdiri dari anggota Polri 246 dan TNI 50, Satpol PP 50, Dishub 50," jelasnya.

Syahrul juga mengatakan, pihaknya akan menempatkan personel pengamanan sesuai dengan rencana aksi."Sesuai rencana aksi," tandasnya. 

Selain itu, pihaknya juga akan mengantisipasi terhadap kelompok Anarko yang bisa saja menunggangi aksi massa untuk berbuat rusuh. "Yang jelasnya siapapun yang dilibatkan unras, agar tetap tertib, terkendali, terorganisir, terakomodir, oleh ketua kelompoknya, mematuhi peraturan," tegasnya. 

Penulis: Akbar Razak/A