Skip to main content

Lutra Raih Kabupaten Terbaik Anugerah Keterbukaan Informasi, Makassar Posisi Ke-7

sdf
Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah menyerahkan penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi. (Dok. Humas Sulsel)

KABAR.NEWS, Makassar-- Komisi Informasi (KI) Sulsel melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pemerintah kabupaten/kota dan badan publik (OPD) lingkup Pemprov Sulsel untuk mengetahui sejauh mana komitmen terhadap keterbukaan informasi. 


Dari hasil monitoring dan evaluasi itu kemudian dipilih kabupaten/kota dan OPD yang masuk dalam kriteria informatif, menuju informatif, cukup informatif, kurang informatif, dan tidak informatif. Namun sayang, tidak semua kabupaten/kota dan OPD lingkup Pemprov Sulsel yang ikut monev.


Ketua KI Sulsel, Pahir Halim menjelaskan dari 24 kabupaten/kota yang dikirimkan iuesioner enilaian kandiri, terdapat 23 kabupaten/kota (95,83 Persen) yang mengembalikan Kuesioner, sementara 1 (satu) Kabupaten adalah Kabupaten Tana Toraja tidak sempat mengembalikan isian kuesioner. Sementara itu, yang sempat hadir pada tahapan Presentasi adalah 17 kabupaten/kota. (70,83 Persen).


Tahun sebelumnya, pemeringkatan keterbukaan informasi diikuti oleh
18 kabupaten/kota (75 Persen). Dan untuk tahun ini, diikuti oleh 23 kabupaten/ kota (96,08 Persen). 


"Dengan demikian, tingkat partisipasi pemerintah kabupaten/kota untuk
mengikuti pemeringkatan keterbukaan informasi sangatlah menggembirakan," jelas Pahir, di malam penganugrahan Keterbukaan Informasi di Rujab Gubernur Sulsel, Senin malam (10/12/2019).


Untuk kabupaten/kota, peringkat pertama diraih Kabupaten Luwu Utara, peringkat kedua Kota Parepare, ketiga Kabupaten Bone, keempat Sinjai, kelima Bantaeng, keenam Luwu Timur dan peringkat tujuh diraih Kota Makassar.


Penghargaan diserahkan langsung Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah.
Usai menyerahkan penghargaan, Nurdin mengatakan, di era industri 4.0 ini, keterbukaan informasi publik adalah sebuah kebutuhan. Dunia sudah ada dalam genggaman. 


"Keterbukaan mutlak jadi kebutuhan. Kita tidak bisa lagi tertutup," ungkapnya. 
Untuk merangsang komitmen badan publik keterbukaan informasi, Nurdin berjanji akan memfasilitasi badan publik maupun pemerintah kabupaten/kota ke luar negeri melihat model transparansi yang diterapkan negara-negara maju. 


*Fitria Nugrah Madani/Cp/B

 

loading...