Luiz Suarez: Terbuang dari Barcelona, Juara LaLiga Bersama Atletico Madrid

Gelar juara LaLiga menjadi yang kedua bagi Diego Simeone di Atletico Madrid.

Luiz Suarez: Terbuang dari Barcelona, Juara LaLiga Bersama Atletico Madrid
Bomber Atletico Madrid, Luiz Suarez. (Foto: Getty Images)






KABAR.NEWS - Atletico Madrid berhasil meraih gelar juara Liga Spanyol usai mengalahkan Real Valladolid dengan skor 2-1 di Estadio Municipal Jose Zorilla, Sabtu (22/5/2021) malam WIB. Sosok Luiz Suarez menjadi perhatian usai Atletico Madrid berhasil meraih gelar juara. 


Sorotan terhadap Suarez tak lain keberhasilannya mengantarkan Atletico Madrid meski sebelumnya pemain asal Uruguay tersebut menjadi pemain buangan dari Barcelona. Meski dicampakkan Barcelona, pemain berjuluk El Pistolero itu membuktikan diri belum habis dengan mengantarkan Atletico Madrid juara LaLiga.


Suarez merupakan salah satu andalan Barcelona sejak dibeli dari Liverpool pada 2014. Striker Uruguay itu mampu membuat 198 gol untuk Blaugrana, serta mempersembahkan empat titel Liga Spanyol dan satu trofi Liga Champions ke Camp Nou.


Kedatangan Ronald Koeman di Barcelona mengubah nasib Suarez di Catalunya. Pelatih Belanda itu tidak memasukkan eks penyerang Ajax Amsterdam tersebut ke dalam rencananya. Alhasil, Luis Suarez pun terdepak dari Barcelona dan dilego ke Atletico Madrid pada awal musim 2020/2021 dengan banderol 6 juta euro saja.


Suarez sangat kecewa dengan keputusan Barcelona yang telah menyingkirkannya. Oleh karena itu, dia mencari penebusan di Atletico dan ingin membuktikan jika dirinya belum habis.


Total 21 gol berhasil dibukukan Suarez hingga akhir musim ini. Satu golnya ke gawang Real Valladolid pada Sabtu (22/5/2021) malam WIB, memastikan Atletico merengkuh trofi juara Liga Spanyol 2020/2021.


Suarez tak mampu menahan emosinya selepas membawa Atletico Madrid menjadi kampiun LaLiga. Pemain 34 tahun itu berterima kasih kepada Atletico yang telah menerima dirinya setelah disingkirkan Barcelona.


"Saya merasakan banyak hal, ini situasi sulit yang harus dijalani seseorang, yang memulai musim dengan mereka meremehkan saya," kata Luis Suarez, dikutip dari Mundo Deportivo.


"Atletico membuka pintu buat saya untuk membuktikan diri saat ini. Dan itulah mengapa saya selalu berterima kasih kepada klub hebat ini karena telah mempercayai saya," ucapnya. 


Sementara raihan gelar juara Liga Spanyol menjadi yang kedelapan yang dimenangi Atletico selama dilatih Diego Simeone. Pelatih asal Argentina itu membawa Atletico dua kali jadi juara LaLiga (2014, 2021), dua kali juara Liga Europa (2012, 2018), dua kali juara Piala Super Eropa (2012, 2018), Copa del Rey (2013), dan Piala Super Spanyol (2014).


Pencapaian tersebut menegaskan status Diego Simeone sebagai legenda Atletico Madrid. Dilansir Opta, Simeone menangani Atletico sejak 2011, jadi pelatih dengan gelar juara terbanyak di klub.


Diego Simeone menilai gelar juara Liga Spanyol kali ini terasa lebih spesial. Kesuksesan musim ini terasa berbeda dengan gelar juara LaLiga tahun 2014 karena diraih Atletico dalam kondisi sulit menyusul pandemi virus corona.


"Rasanya berbeda. Dunia menghadapi situasi yang sangat buruk dan saya harap kami memberi kebahagiaan untuk banyak orang," ujar Diego Simeone usai pertandingan seperti dilansir Marca.


"Menghabiskan 32 pekan di puncak klasemen itu luar biasa. Saya berterima kasih, khususnya kepada mereka yang main lebih sedikit dibandingkan yang lain. Kami tetap jadi tim dengan tujuan dan tetap seperti itu setiap menitnya."

Atletico Madrid kini tercatat sudah mengoleksi 11 gelar juara Liga Spanyol.


Terpisah Pelatih Barcelona Ronald Koeman mengakui Atletico Madrid pantas jadi juara Liga Spanyol 2020/2021. Koeman menyebut Atletico memang lebih baik. Atletico pun menutup musim dengan mengumpulkan 86 poin dari 38 pertandingan. Mereka unggul dua angka atas Real Madrid yang finis sebagai runner-up.


Ronald Koeman menilai Atletico layak menjadi juara Liga Spanyol karena perkasa sejak awal musim. Tim arahan Diego Simeone itu sudah memimpin klasemen Liga Spanyol sejak pekan kesembilan dan tak tergoyahkan sejak saat itu.


"Atletico pantas jadi juara," ujar Koeman dalam wawancara dengan Marca usai pertandingan Eibar vs Barcelona, seperti dilansir Football Espana.


"Mereka sudah memimpin klasemen untuk waktu yang lama, mereka punya skuad yang sangat bagus. Mereka sedikit lebih baik daripada Real Madrid dan Barcelona."


"Kami sudah melakukan perubahan di klub dan keberhasilan tidak diraih dalam satu musim. Karena perubahan yang dibuat, kami pantas dapat waktu lebih banyak," kata Koeman menambahkan.

Barcelona sendiri finis di peringkat ketiga klasemen Liga Spanyol dengan 79 poin usai menang 1-0 atas Eibar di pekan terakhir. Ini jadi kali pertama sejak 2007/2008 Barcelona finis di luar dua besar Liga Spanyol.